Senin, 21 September 2026 17:39 WIB
Sekda DIY yang juga Ketua Satgas MBG DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam sidak ke SPPG wilayah Kota Yogyakarta. Senin (21/9/2026) dini hari. ANTARA/HO-Humas Pemda DIY.
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) daerah bersama Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Yogyakarta guna memastikan higienitas dan kebersihan dalam pengolahan makanan.
"Ini sebagai bagian dari upaya Pemprov DIY untuk memastikan proses pengolahan makanan memenuhi aspek kebersihan, higienitas, dan kelayakan sebelum didistribusikan kepada para siswa," kata Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam pengarahan disela inspeksi mendadak (sidak) di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, ada empat SPPG di Yogyakarta yang dikunjungi guna melihat kondisi dapur, alur pengolahan makanan, kebersihan peralatan dan lingkungan kerja, hingga penerapan standar kebersihan, selama proses penyiapan makanan.
Ni Made yang juga Ketua Satgas MBG DIY mengingatkan pentingnya seluruh petugas SPPG menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
"SOPnya tetap dijalani ya, ini amanah yang diberikan, kita harus dapat membantu dengan bekerja maksimal. Kan sudah ada juga SOP dari BGN yang mengatur semua, kalau kita prosedurnya harus begini, mempersiapkan apa gitu, jangan ada yang dilewati atau kemudian diabaikan," katanya.
Menurutnya, kesterilan dapur, terutama pada proses pengemasan atau pemorsian makanan, menjadi hal yang turut diperhatikan untuk mencegah adanya kontaminasi bakteri pada makanan yang akan disajikan untuk penerima MBG.
Dia mengatakan pengelolaan makanan tidak hanya sebatas memastikan bahan baku berkualitas dan proses memasak dilakukan dengan teknik yang tepat, tetapi harus dipastikan tidak adanya kelalaian yang dapat menyebabkan makanan terkontaminasi dan berisiko memengaruhi keamanan makanan.
"Kita harus berupaya supaya Program MBG ini bisa dipercaya dengan memastikan SOP dan seluruh prosedur dijalankan, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi SPPG benar-benar dipenuhi," kata Ni Made.
Pihaknya mengingatkan agar kinerja petugas SPPG tidak berkurang sedikit pun, meski terdapat ragam komentar dari masyarakat, karena yang paling utama adalah menjaga kualitas makanan dengan memastikan seluruh operasional berjalan sesuai SOP.
Dengan konsistensi tersebut, lanjutnya, kepercayaan masyarakat diyakini dapat tumbuh seiring dengan kerja optimal SPPG dalam menyediakan makanan yang berkualitas.
"Image itu yang membentuk kita sendiri, jangan menyalahkan masyarakat. Penilaian masyarakat itu hasil dari kerja kita sendiri, kalau prosedurnya kita lakukan dengan benar dan baik, Insya Allah program ini akan berjalan dengan baik. Itu semua tergantung dari kita," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan sidak tersebut sebagai bagian dari upaya Pemprov DIY untuk melakukan pemantauan sekaligus mitigasi, agar kejadian keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG tidak kembali terjadi.
Hasil pengecekan lapangan, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapan dan kualitas operasional SPPG, guna mencegah terjadinya kembali persoalan-persoalan yang dapat mengganggu pemenuhan gizi bagi para siswa.
"Setelah selesai semua, kita akan ada rapat untuk merekap dan kemudian ada hal-hal yang pelru kita dalami," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026