Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan pelatihan kepada para pemandu wisata agar memiliki keterampilan berbahasa Inggris sebagian upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Babel Eko Kurniawan di Pangkalpinang, Senin, mengatakan pelatihan berlangsung selama 10 hari, diikuti 10 peserta perwakilan desa wisata dari Kabupaten Bangka Barat.
"Peserta merupakan pemandu wisata dari Desa Airlimau, Pelangas dan Rambat, mereka dilatih oleh para narasumber dari Kampung Inggris Babel," katanya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi para pemandu wisata sehingga lebih siap menyambut wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.
Menurut dia, salah satu tantangan yang masih dihadapi sektor pariwisata Babel adalah keterbatasan sumber daya manusia, terutama pemandu wisata yang memiliki kemampuan berbahasa asing.
Selain menguasai bahasa Inggris, seorang pemandu wisata juga harus memahami sejarah, budaya, dan keunikan daerahnya dengan terus gali potensi desa masing-masing agar suatu saat Babel semakin dikenal.
"Ketika wisatawan datang dan merasa nyaman, mereka tidak hanya akan kembali, tetapi juga akan mengajak orang lain untuk berkunjung," ujarnya.
Meski di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah baru dapat memfasilitasi pelatihan bagi 10 peserta, karena kualitas juga jauh lebih penting dari kuantitas karena ilmu yang diperoleh harus benar-benar diterapkan.
"Bahasa adalah keterampilan, jika tidak digunakan, lama-kelamaan akan lupa. Jangan berhenti belajar dan jangan takut berlatih, gunakan setiap kesempatan untuk berbicara dan berkomunikasi agar kemampuan yang dimiliki terus berkembang," katanya.
Menurut dia, pengalaman dan kompetensi yang dimiliki para fasilitator merupakan kesempatan berharga untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kepercayaan diri sebagai pemandu wisata karena memajukan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa, pendamping desa, pelaku wisata dan masyarakat agar setiap potensi yang dimiliki desa dapat berkembang menjadi daya tarik wisata yang bernilai.
"Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki hari ini, teruslah belajar, berani mencoba dan percaya pada kemampuan diri sendiri," katanya.
Dengan percaya diri yang baik diyakini para pemandu wisata tidak hanya mampu menjelaskan destinasi, tetapi juga menjadi duta yang memperkenalkan keramahan, budaya dan kebanggaan Bangka Belitung kepada dunia.
Ia mengapresiasi komitmen para kepala desa dan peserta yang terus berupaya membangun sektor pariwisata di wilayahnya masing-masing dan berharap setiap desa memiliki produk atau destinasi unggulan yang dapat dipromosikan secara lebih luas sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Masa depan pariwisata daerah ada di tangan kita semua dan perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.