Pemkot Surakarta usung kampanye Ayah Wajib Hadir pada peringatan Harganas ke-33

calendar_today 14.07.2026 - person  - timer ~

Pemkot Surakarta usung kampanye Ayah Wajib Hadir pada peringatan Harganas ke-33

Selasa, 14 Juli 2026 10:47 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani bersama suaminya (dua dari kanan) menjadi narasumber dialog pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Kota Surakarta Tahun 2026 di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta mengusung kampanye Ayah Wajib Hadir pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Kota Surakarta Tahun 2026.

Pada acara yang diselenggarakan di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, Pemkot Surakarta menekankan pentingnya peran aktif seorang ayah dalam pengasuhan anak.

“Peringatan Harganas tahun 2026 mengusung tema nasional Ayah Wajib Hadir. Tema ini diangkat untuk menegaskan keberhasilan pengasuhan anak dan pembentukan ketahanan keluarga bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan membutuhkan partisipasi dan keterlibatan aktif seorang ayah,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta Kristiana di Solo, Jawa Tengah, Selasa.

Menurut dia, keterlibatan ayah merupakan fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan tangguh. Sebagai bentuk implementasi kampanye tersebut, Pemkot Surakarta meluncurkan berbagai program inovatif, di antaranya Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah (GAMAS), dan promosi Gerakan Ayah Senang Momong Anak Solo (GASMAS).

Selain program keterlibatan ayah, DP3AP2KB Surakarta juga memfasilitasi pelayanan KB gratis dengan metode kontrasepsi jangka panjang di berbagai fasilitas kesehatan yang bekerja sama. Hingga saat ini, pelayanan tersebut telah menjangkau belasan akseptor MOW (metode kontrasepsi wanita) dan MOP (metode kontrasepsi pria), serta ratusan pelayanan IUD dan implan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani bersama suaminya menjadi narasumber dialog.

Astrid mengatakan pemerintah daerah saat ini sangat memprioritaskan pembentukan keluarga yang berkualitas demi melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan.

“Keluarga berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan pengasuhan dari seorang ibu. Ayah harus hadir membangun keutuhan dan ketahanan keluarga sebagai penyeimbang. Perbedaan cara pengasuhan antara ayah dan ibu justru saling melengkapi melalui kompromi demi tumbuh kembang anak,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Purnomo yang merupakan suami dari Wakil Wali Kota Surakarta yang turut hadir sebagai perwakilan sosok ayah membagikan pandangannya mengenai kehadiran ayah dalam keseharian anak.

Ia menekankan ayah harus terlibat secara detail dalam setiap aktivitas anak, mulai dari mendengarkan keluh kesah, memperhatikan pola makan, membimbing ibadah, hingga mengajarkan nilai-nilai kesopanan.

“Anak adalah calon penerus kita. Sebagai ayah, kita harus hadir memantau perkembangan mereka, termasuk menanamkan unggah-ungguh (tata krama) agar nilai-nilai luhur budaya Jawa tidak hilang pada generasi muda,” katanya.

Sementara itu, selain talkshow, peringatan Harganas ke-33 di Surakarta ini juga diisi dengan pergelaran wayang orang bertema kesehatan reproduksi di Sriwedari yang diperankan langsung oleh jajaran camat dan kepala dinas setempat.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.