Sorong (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyalurkan 11 unit mesin pompa air kepada kelompok tani sebagai upaya menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong Nelwan Hara di Sorong, Jumat, mengatakan bantuan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian melalui aspirasi Anggota DPR RI Robert Kardinal yang dialokasikan untuk kelompok tani di Kota Sorong.
"Kami menyerahkan bantuan mesin pompa air kepada kelompok tani hidroponik Cendrawasih Farm karena Kota Sorong mendapat alokasi sebanyak 11 unit pompa air," katanya.
Ia menjelaskan kelompok tani Cendrawasih Farm dipilih sebagai penerima awal karena bergerak di bidang budidaya hidroponik yang sangat bergantung pada ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.
Menurut dia, cuaca panas yang melanda Kota Sorong selama sekitar tiga hingga empat bulan terakhir menyebabkan kebutuhan air untuk pertanian meningkat, sehingga keberadaan pompa air diharapkan dapat membantu petani menjaga keberlangsungan produksi.
"Budidaya hidroponik hampir 95 persen membutuhkan air. Dengan adanya pompa ini, petani dapat mengambil air dari kali di sekitar lokasi kebun untuk dialirkan ke tandon sebagai sumber air bagi tanaman hidroponik," ujarnya.
Nelwan mengatakan 11 unit pompa air tersebut akan didistribusikan secara bertahap kepada kelompok tani lainnya, baik petani hidroponik maupun petani konvensional yang membudidayakan komoditas seperti cabai dan tanaman hortikultura lainnya.
Ia menambahkan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan petani di Kota Sorong agar tetap mampu berproduksi meski menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau.
Menurut dia, bantuan kepada petani hidroponik diprioritaskan bagi kelompok tani Orang Asli Papua (OAP), sedangkan bantuan untuk petani konvensional diberikan kepada kelompok tani non-OAP sebagai bentuk pemerataan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian di Kota Sorong.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.