Selasa, 20 Oktober 2026 16:21 WIB
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Pekalongan Slamet Budiyanto memimpin rakor Penanggulangan Kemiskinan di Pekalongan, Selasa (20/10/2026). (ANTARA/Kutnadi)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, mengoptimalkan strategi percepatan penurunan kemiskinan melalui penguatan koordinasi, evaluasi program, dan kolaborasi lintas sektor.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan Slamet Budiyanto di Pekalongan, Selasa, mengatakan angka kemiskinan daerah kini tercatat 6,14 persen.
"Meski angka tersebut relatif rendah dibandingkan sejumlah daerah lain, tetapi kami perlu memperkuat berbagai intervensi agar capaian penurunan kemiskinan semakin optimal dan mampu bersaing dengan target di tingkat provinsi maupun nasional," katanya.
Pihaknya optimistis dapat terus menekan angka kemiskinan demi mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera dengan langkah yang berkelanjutan dan kolaborasi seluruh pihak.
Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), katadia, dilakukan untuk menjadi momentum uevaluasi berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang telah dilaksanakan, sekaligus menyelaraskan strategi agar lebih efektif dan sesuai dengan target pembangunan daerah.
"Adanya rapat koordinasi ini seluruh anggota TKPK melakukan pembahasan mengenai kebijakan, capaian program, serta langkah-langkah strategis yang perlu diperkuat untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan," katanya.
Menurut dia, evaluasi dilakukan sekaligus untuk memastikan pelaksanaan program berjalan selaras dengan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD).
"Kami menyampaikan upaya-upaya yang sudah dilakukan, kebijakan yang telah diterapkan, serta mengevaluasi capaian terhadap prioritas yang sudah ditetapkan dalam RPKD. Harapannya, strategi yang dijalankan semakin terarah sehingga penurunan angka kemiskinan bisa lebih signifikan," katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Pekalongan Andrianto mengatakan pihaknya telah menetapkan tiga strategi utama dalam penanggulangan kemiskinan yang meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin, peningkatan pendapatan masyarakat miskin, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan.
"Strategi tersebut dituangkan dalam dokumen RPKD 2025–2029 sebagai dokumen teknis yang mendukung pelaksanaan pembangunan daerah," katanya.
Dari tiga strategi utama tersebut, kata dia, nantinya dijabarkan berbagai program yang dapat dilaksanakan secara terpadu. Rakor tersebut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, lembaga sosial, serta berbagai unsur melalui kolaborasi pentahelix, agar upaya penanggulangan kemiskinan bisa berjalan lebih optimal.
Pihaknya berharap seluruh anggota TKPK dan institusi terkait dapat menindaklanjuti hasil evaluasi dengan program yang konkret, terukur, dan tepat sasaran.
"Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bantuan dan layanan dasar, membuka peluang peningkatan pendapatan, serta mendorong pemerataan kesejahteraan," ucapnya.
Baca juga: Pemkab Pekalongan mengajak pelaku UMKM perempuan perluas peluang pasar
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.