Pemkot Palu upayakan perdamaian warga Nunu dan Tatura Utara - ANTARA News Kalimantan Barat

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Palu (ANTARA) - ‎Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengupayakan perdamaian antara kelompok warga Kelurahan Nunu dan Kelurahan Tatura Utara setelah terjadi pertikaian dengan mempertemukan warga bersama aparat keamanan dan pemerintah setempat.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di Palu, Minggu, mengatakan telah menemui warga di kedua wilayah dan masing-masing pihak menyatakan menginginkan situasi kembali aman dan kondusif.

"Saya sudah melakukan pertemuan warga di dua wilayah yang sempat bersitegang bersama aparat keamanan maupun pemerintah di wilayah masing-masing. Pada prinsipnya semuanya ingin situasi kembali aman dan kondusif," katanya.

Menurut Hadianto, kesamaan keinginan tersebut menjadi modal untuk memulihkan situasi sekaligus menjaga hubungan antarwarga di Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, dan Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena berpotensi kembali memicu ketegangan.

"Warga jangan mudah dibenturkan dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, harus bijaksana melihat persoalan. Jika terjadi kesalahpahaman harus diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.

Hadianto juga meminta kepolisian mengusut informasi mengenai dugaan pembakaran dalam rangkaian peristiwa tersebut untuk memastikan kejadian sebenarnya.

Ia meminta tokoh masyarakat di kedua wilayah lebih aktif menjaga komunikasi dan membina warga agar pertikaian tidak kembali terjadi.

Pemkot Palu berharap kondisi di Nunu dan Tatura Utara segera pulih sehingga warga dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

"Saya mengajak seluruh pihak menjaga situasi tetap aman, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu kembali ketegangan antarwarga," kata Hadianto.

Data penelusuran ANTARA menyebutkan, pertikaian terbaru antara kelompok warga Nunu dan Tatura Utara terjadi di kawasan Jalan Anoa hingga Jembatan Lalove pada Kamis (6/8) malam.

Kepolisian menyebut kejadian tersebut diduga dipicu kesalahpahaman dan kemudian melakukan mediasi dengan tokoh masyarakat dari kedua wilayah.

Ketegangan antara kedua kelompok sebelumnya juga terjadi pada 21 Juli 2026 setelah seorang petugas keamanan perumahan diduga dikeroyok seusai melerai pertengkaran pasangan suami istri di Tatura Utara.

Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku dalam perkara penganiayaan tersebut.

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.