Rabu, 30 September 2026 12:55 WIB
Arsip- Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa mengecek harga bahan pangan di pasar tradisional di Kota Palu. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu)
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) konsisten berkolaborasi memberikan pemahaman tentang literasi keuangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan tersebut.
"Kami memandang peningkatan literasi keuangan merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia (SDM). Literasi keuangan yang baik akan lebih mampu merencanakan masa depan," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palu Rahmad Mustafa di Palu, Rabu.
Menurut dia, pemahaman tentang literasi keuangan memiliki banyak manfaat. Selain menambah pemahaman tentang manajemen investasi dan keuangan, literasi keuangan juga dapat membantu menghindari praktik investasi bodong.
Maka kolaborasi yang menggandeng BEI melalui Sekolah Pasar Modal merupakan komitmen pemerintah menghadirkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era modern.
"Dinas Perpustakaan dan Kearsipan telah menjadi galeri investasi di lingkungan Pemkot Palu sebagai sarana pembelajaran bagi ASN dalam memahami pasar modal secara teori maupun praktik investasi yang benar," ujar dia.
Sementara itu, Kepala BEI Perwakilan Sulawesi Tengah Putri Irnawati menjelaskan bahwa pasar modal bukan hanya sekadar transaksi investasi pada bursa efek, melainkan bagian dari upaya memberikan penguatan literasi, pemanfaatan platform pasar saham untuk kepentingan dalam mengelola keuangan, serta pembangunan ekonomi masyarakat pada sektor bursa efek.
Berdasarkan data KSEI sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia, segmentasi pegawai (swasta, PNS, guru) di Sulawesi Tengah yang melantai di Bursa Efek sekitar 61,4 persen dengan jumlah aset sebanyak Rp988,88 miliar.
"Kalau dilihat dari sebaran investor berdasarkan pekerjaan, pegawai masih berada di posisi teratas 61,4 persen. Ini menandakan bahwa segmen pegawai sangat tertarik dengan investasi pasar modal," ujar dia.
Ia menjelaskan BEI juga memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat di bidang investasi, supaya pemahaman tentang literasi keuangan masyarakat semakin tumbuh.
Langkah itu krusial untuk melindungi publik dari bahaya investasi bodong, judi daring, dan pinjaman daring ilegal dengan cara membentuk basis investor domestik yang cerdas dan rasional.
"Meskipun regulator utama literasi keuangan nasional secara makro adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kami bertindak sebagai perpanjangan tangan dalam menyampaikan edukasi investasi kepada masyarakat," kata Putri.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026