"Absensi dengan sistem pengenalan wajah melalui retina itu sudah kami mulai satu bulan terakhir. Alhamdulillah, cukup efektif,"
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menerapkan sistem absensi identifikasi wajah atau "face recognition" melalui retina bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja paruh waktu (PPPK PW) sebagai upaya mencegah praktik manipulasi kehadiran.
Kepala Bagian Umum Setda Kota Mataram Baiq Yulia Kusumayanti di Mataram, Kamis, mengatakan, sistem absensi identifikasi wajah saat ini baru diterapkan di Bagian Umum Setda Kota Mataram sebagai uji coba memperketat pengawasan PPPK PW dan honorer yang belum masuk data base.
"Absensi dengan sistem pengenalan wajah melalui retina itu sudah kami mulai satu bulan terakhir. Alhamdulillah, cukup efektif," katanya kepada sejumlah wartawan.
Absensi dengan pengecekan retina mata dilakukan saat jam masuk dan pulang ASN yakni hari Senin-Kamis masuk pukul 07.30 Wita dan pulang pukul 17.00 Wita, sedangkan hari Jumat absensi pulang pada pukul 11.00 Wita. Dengan batas toleransi keterlambatan maksimal 30 menit.
Kehadiran melalui pemeriksaan retina itu, katanya, mampu menutup celah pegawai memanipulasi absensi kehadiran.
Kehadiran pegawai menjadi perbincangan di internal Setda Kota Mataram, sebab setelah jam istirahat pukul 12.00 Wita, areal Setda Kota Mataram terlihat cukup lengang karena banyak pegawai yang tidak balik ke kantor.
Kendari demikian, Yulia menampik fenomena pegawai "804" juga terjadi di lingkungan Setda Kota Mataram. Fenomena pegawai "804" yang dimaksudkan pegawai datang pukul 08.00 Wita untuk absen, setelah itu kosong atau hilang entah ke mana dan kembali lagi ke kantor pukul 16.00 Wita (atau jam 4 sore) untuk absen pulang.
"Fenomena itu, sejauh ini tidak ada sebab kami ada pengawasan berjenjang," katanya.
Pada pelaksanaannya, menurut Yulia, absensi "face recognition" saat ini terkendala alat yang digunakan masih satu unit. Sementara alat tersebut digunakan oleh lebih dari 100 pegawai PPPK paruh waktu di Setda Kota Mataram.
Dengan keterbatasan alat tersebut, antrean pegawai cukup panjang terutama saat jam pulang kantor karena mereka pulang di waktu bersamaan.
"Saat ini kami akan pengadaan satu unit lagi, sebagai pengganti antar waktu karena nanti akan menggunakan absensi online titik koordinat seperti PNS lainnya yang sekarang sedang disiapkan," katanya.
Lebih jauh Yulia mengatakan, penggunaan absensi identifikasi wajah tersebut mampu meningkatkan disiplin pegawai karena sistem itu mempersempit peluang pegawai untuk memanipulasi absen.
"Dari evaluasi satu bulan berjalan, kedisiplinan pegawai meningkat. Hasil pemeriksaan retina sebagai acuan untuk laporkan ke BKPSDM," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026