Sabtu, 29 Agustus 2026 17:20 WIB
Pengunjung berbelanja di lapak UMKM saat mengunjungi Saboak di Taman Nostalgia, Kota Kupang, NTT, Jumat (28/8/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, memperluas akses pemasaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak).
Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina MD Gheta di Kupang, Sabtu mengatakan Saboak menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan komunitas lokal untuk memasarkan produk sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Untuk masyarakat Kota Kupang, Saboak sekarang sudah dimulai dari hari Jumat. Mari datang berkunjung ke Saboak, nikmati aneka jajanan khas, makanan kekinian dan produk-produk kreatif buatan warga Kota Kupang," katanya.
Adapun jumlah UMKM yang telah diverifikasi kembali untuk berpartisipasi dalam Saboak mencapai 295 pelaku usaha.
Ia mengatakan setiap transaksi yang dilakukan di Saboak turut membantu menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM dan komunitas lokal.
Saboak yang sebelumnya hanya berlangsung pada Sabtu dan Minggu, mulai dibuka pada Jumat sejak 26 Juni 2026. Perluasan hari operasional tersebut memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen.
Pemkot Kupang meluncurkan Saboak di Taman Nostalgia pada 21 Juni 2026 sebagai salah satu upaya mendukung pemberdayaan UMKM lokal.
Salah satu pelaku UMKM, Dewi dari Home Ma De, mengatakan keberadaan Saboak membantu dirinya memasarkan produk rumahan berupa risol dan dimsum.
"Kalau sehari-hari kami masih dari rumah, sehingga adanya Saboak jadi terfasilitasi dalam pemasaran yang lebih luas," katanya.
Dewi mengatakan penjualan pada Jumat sejauh ini masih relatif sepi karena belum banyak masyarakat yang mengetahui Saboak telah beroperasi pada hari tersebut.
Namun, ia tetap bersyukur karena adanya tambahan hari operasional memberikan peluang untuk meningkatkan penghasilan.
Ia juga menyebut transaksi menggunakan QRIS cukup membantu pelaku UMKM karena memudahkan pembayaran dan mengatasi kendala penyediaan uang pecahan.
"Karena QRIS juga memudahkan dalam transaksi, sehingga mungkin sulitnya uang kecil saat ini bisa dimudahkan dengan QRIS. Itu sangat memudahkan sekali buat kami para UMKM," katanya.
Dewi berharap Saboak dapat terus berjalan sehingga memberikan ruang berkelanjutan bagi UMKM untuk memasarkan produk dan memperoleh penghasilan.
Sementara itu, pengunjung Saboak, Miranti Mira dari SMPK Citra Bangsa Kupang, menilai suasana Saboak menarik karena menyediakan musik, jajanan, makanan, dan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung.
Ia juga mengapresiasi ketersediaan tempat sampah di kawasan tersebut dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan selama berkunjung.
"Kalau bawa sampah itu, lihat ada banyak tong sampah yang besar-besar di situ. Tolong dibuang di situ," katanya.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.