Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama lima hari sebagai langkah mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Un Achmad Nurdin mengatakan GPM ini digelar dengan menyediakan berbagai kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
"Kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama lima hari sebagai tindak lanjut arahan dari Bapanas sekaligus untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," katanya di Kediri, Rabu.
Ia menjelaskan pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut surat Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kegiatan yang dimulai pada Senin (20/7) hingga Jumat (24/7) tersebut juga menjadi langkah antisipatif terhadap potensi gejolak harga pangan di tengah masyarakat, terutama setelah periode pendaftaran sekolah yang diperkirakan dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Kediri menggandeng sejumlah mitra untuk menyediakan berbagai komoditas pangan. Perum Bulog menyediakan beras medium SPHP, PG Meritjan memasok gula konsumsi, PT SMS menyediakan minyak goreng, sedangkan Perumda Pasar Joyoboyo menyediakan aneka cabai.
Selain itu, petani dan peternak mitra DKPP Kota Kediri menyediakan sejumlah komoditas, seperti sayuran hidroponik, telur ayam, dan susu kambing.
Un Achmad juga mengatakan komoditas yang dijual dalam GPM dipatok dengan harga di bawah atau maksimal sesuai harga eceran tertinggi (HET). Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
"Di setiap lokasi kami menyiapkan sekitar 400 paket sembako. Sementara untuk komoditas lainnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak membatasi jumlah pembelian, namun kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Kota Kediri," ujarnya.
Adapun GPM digelar di Balai Kelurahan Bangsal pada Senin (20/7), Balai Kelurahan Banjarmlati pada Selasa (21/7), area Balai RW 1 Kelurahan Kaliombo pada Rabu (22/7), Balai Kelurahan Bawang pada Kamis (23/7), dan SMPN 1 Kediri pada Jumat (24/7) dalam rangka memperingati HUT Palasari.
Un mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun bahan pangan karena ketersediaan pangan di Kota Kediri hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
"Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan karena stok pangan di Kota Kediri aman," katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Tamanan, Nika, mengaku mengetahui informasi pelaksanaan GPM melalui akun Instagram Pemerintah Kota Kediri.
Ia membeli sejumlah kebutuhan pangan, seperti beras, cabai, dan bawang, karena harga yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut dinilai lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
"Harganya lebih murah tetapi kualitasnya tetap bagus, jadi sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur. Saya hampir selalu datang kalau ada GPM karena lokasinya mudah dijangkau dan bisa berbelanja lebih hemat," ujarnya.
Nika berharap kegiatan GPM dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga terjangkau.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.