Pemkot Kediri: Finfest 2026 dorong pengembangan UMKM - ANTARA News Jawa Timur

calendar_today 25.10.2026 - person  - timer ~

Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan kegiatan Kediri Financial Festival (Finfest) 2026 yang digelar berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri berpotensi memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Kediri, Minggu mengemukakan kreativitas di era digital berpotensi dikembangkan menjadi usaha bernilai ekonomi. Namun, potensi tersebut perlu didukung kemampuan mengelola keuangan, akses permodalan yang aman, serta pemahaman mengenai legalitas dan keberlanjutan usaha.

“Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha kreatif diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan dan mengoptimalkan akses terhadap layanan keuangan resmi, mulai dari perbankan digital, investasi, hingga perlindungan usaha,” katanya di Kediri.

Menurut dia, Finfest juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal produk dan layanan keuangan sekaligus mengaksesnya secara langsung, seperti membuka rekening tabungan, memperoleh pembiayaan, dan berinvestasi.

Wali Kota berharap kegiatan yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Kediri, OJK, dan lembaga jasa keuangan dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) itu dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan Finfest telah memasuki penyelenggaraan tahun kelima sejak pertama kali digelar pada 2022.

Menurut dia, sinergi berbagai pihak diperlukan untuk memperluas pemahaman masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal.

Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, transaksi selama dua hari pameran tercatat mencapai Rp5,7 miliar.

“Ini merupakan salah satu bukti bahwa kegiatan Finfest yang kami adakan memiliki potensi besar untuk mempertemukan masyarakat dengan produk dan layanan jasa keuangan sekaligus membuka peluang ekonomi,” kata Ismirani.

Ia menjelaskan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen. Pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan sebesar 93 persen pada 2029 dan 98 persen pada 2045.

Untuk mendukung perluasan akses tersebut, Finfest 2026 menghadirkan 32 stan lembaga jasa keuangan dari sektor perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, dan penjaminan.

Selain itu, sebanyak 70 UMKM binaan lembaga jasa keuangan dan perangkat daerah turut berpartisipasi dengan menawarkan beragam produk usaha lokal.

Rangkaian kegiatan yang digelar pada 24–25 Oktober 2026 tersebut juga meliputi edukasi keuangan, pemilihan Duta Literasi OJK Kediri 2026, lomba video edukasi, kompetisi Stocklab, lomba stan interaktif, serta lomba band bagi lembaga jasa keuangan.

Pengunjung juga dapat mengikuti lomba pembuatan konten Instagram dan lomba busana terbaik setiap hari.

Ismirani mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas pengetahuan mengenai layanan keuangan sekaligus mendukung produk UMKM lokal.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kediri masuk nominasi TPAKD Terbaik tingkat kota wilayah Jawa dan Bali.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam mendorong perluasan akses keuangan melalui kolaborasi lintas sektor.

Finfest 2026 mengusung tema “Transforming Creativity into Digital Economic Value” yang menekankan pengembangan kreativitas menjadi nilai ekonomi digital.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi, pengelolaan usaha, dan akses keuangan yang memadai.

Pewarta: Asmaul Chusna
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.