Kota Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menjajaki peluang kerja sama teknologi lingkungan berupa pengelolaan limbah cair hitam atau black water yang masih menjadi tantangan penanganan limbah perkotaan bersama sejumlah delegasi asal Tiongkok.
Penjajakan kerja sama ini dimatangkan melalui kunjungan delegasi Beijing Digital Economy Enterprises Overseas Innovation Service Base dan Kamar Dagang Jiangsu Indonesia di Ruang Rapat Wali Kota Bekasi, Selasa (13/10).
Delegasi yang hadir antara lain Han Weibing selaku Penasihat Utama Beijing Digital Economy Enterprises Overseas Innovation Service Base perwakilan Indonesia serta Guo Jiehong sebagai Ketua Umum Kamar Dagang Jiangsu Indonesia.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyambut baik peluang pertukaran pengetahuan sekaligus penjajakan teknologi yang dapat mendukung penyelesaian persoalan lingkungan di wilayah perkotaan sebab pengembangan kota membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan, termasuk pengelolaan sampah dan limbah.
"Kami terus mencari solusi persoalan lingkungan melalui pengembangan teknologi dan kolaborasi berbagai pihak. Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) menjadi salah satu langkah penting. Ke depan, kita juga perlu melihat persoalan lingkungan lainnya, termasuk bagaimana pengelolaan limbah cair dapat dilakukan secara lebih baik," ujarnya.
Dia menjelaskan proyek strategis nasional PSEL menjadi bagian dari upaya Pemkot Bekasi menangani timbulan sampah perkotaan namun pengelolaan sampah padat dan black water merupakan dua persoalan berbeda yang membutuhkan pendekatan teknis masing-masing.
Air limbah hitam merujuk pada limbah cair domestik yang berasal dari rumah tangga, hotel maupun industri. Penanganannya membutuhkan sistem pengumpulan, pengolahan dan pengendalian dampak lingkungan yang sesuai karakteristik limbah maupun kondisi infrastruktur perkotaan.
Menurutnya, kolaborasi teknologi lingkungan menjadi salah satu peluang yang sedang dijajaki bersama mitra dari Tiongkok dengan tetap memperhatikan kebutuhan daerah, kelayakan teknologi, aspek lingkungan, pembiayaan serta ketentuan yang berlaku.
Pihaknya melalui pertemuan ini berharap hubungan dengan mitra internasional dapat membuka ruang pertukaran teknologi, pengembangan kapasitas dan peluang usaha yang mendukung pembangunan kota.
Pemkot Bekasi juga akan terus mendorong kolaborasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dengan memastikan setiap peluang kerja sama dikaji berdasarkan manfaat, kelayakan dan ketentuan yang berlaku.
Pertemuan keduanya dijembatani Kamar dagang dan industri (Kadin) Kota Bekasi. Keterlibatan dunia usaha diharapkan dapat membantu mengidentifikasi peluang kemitraan yang relevan, termasuk pada sektor teknologi dan pengelolaan lingkungan.
Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendorong tindak lanjut melalui pemetaan pelaku usaha dan penjajakan kemitraan yang sesuai dengan kebutuhan Kota Bekasi.
"Kami melihat peluang kerja sama dengan mitra dari Tiongkok dapat dikembangkan pada sektor yang menjawab kebutuhan nyata Kota Bekasi, termasuk teknologi lingkungan. Kami siap membantu mempertemukan calon mitra dengan pelaku usaha lokal agar peluang yang ada dapat ditindaklanjuti secara terarah," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.