Senin, 27 Juli 2026 14:15 WIB
Empat penerima beasiswa hinterland Batam untuk menempuh pendidikan tinggi di ITS Surabaya. (ANTATA/HO-Pemkot Batam)
Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) membiayai Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 173 mahasiswa berprestasi yang diterima di tujuh perguruan negeri tinggi (PTN) unggul guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Senin, mengatakan beasiswa tersebut diberikan kepada siswa berprestasi yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di tujuh PTN.
PTN dimaksud yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Selain beasiswa prestasi, Pemkot Batam juga meluncurkan program baru bagi mahasiswa dari wilayah hinterland atau luar daratan dan yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Pada tahun ini, sebanyak 34 mahasiswa hinterland mendapat beasiswa tersebut, terdiri atas empat mahasiswa di ITS dan 30 mahasiswa di Politeknik Negeri Batam.
Berbeda dengan beasiswa prestasi yang hanya menanggung UKT, program untuk mahasiswa hinterland dan beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu mencakup seluruh kebutuhan pendidikan, mulai dari biaya kuliah, uang kos, buku, makan hingga uang saku.
Amsakar mengatakan penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus pembangunan Kota Batam.
Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama Setdako Batam John Hendri menjelaskan program beasiswa prestasi telah berjalan selama beberapa tahun.
“Dengan penambahan 13 yang lulus tahun ini, total penerima mencapai 173 mahasiswa yang tersebar di tujuh PTN tersebut,” kata dia.
“Karena salah satu kriteria merupakan Indeks Prestasi (IP) semester satu, jadi masih menunggu tahun depan untuk seleksinya. Penerima merupakan mahasiswa asal Batam yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Politeknik Negeri Batam maupun Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH),” katanya.
Selain IP, Pemkot Batam juga akan melihat Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1-4, domisili, serta kesesuaian program studi dengan ketentuan dalam Peraturan Wali Kota dan Keputusan Wali Kota.
"Kuota yang disiapkan masing-masing 30 mahasiswa di Politeknik Negeri Batam dan 30 mahasiswa di UMRAH, sehingga total ada 60 mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang akan menerima beasiswa," katanya.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.