Kota Bandung, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, menyiapkan layanan angkutan penghubung (shuttle) untuk mendukung reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung yang direncanakan mulai beroperasi kembali pada awal Agustus 2026.
"Kita sekarang tinggal memastikan dua hal dari Kota Bandung. Satu, desain branding Kota Bandung di bandara dan juga kemungkinan kita mencari mitra untuk memberikan layanan shuttle," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Bandung, Jabar, Kamis.
Menurut dia, penyediaan shuttle membutuhkan kajian yang matang, mulai dari penentuan operator, kapasitas unit kendaraan hingga rute pelayanan yang akan dilalui.
Oleh karena itu, Pemkot Bandung membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mengelola layanan tersebut.
Farhan menjelaskan konsep promosi Kota Bandung juga menjadi perhatian penting agar setiap penumpang yang tiba di Bandara Husein dapat langsung merasakan identitas dan suasana khas Kota Kembang.
"Kalau orang mendarat di Kota Bandung, masuk ke bandara kan ingin langsung melihat suasana Bandung. Itu yang sedang kita pikirkan," ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga melakukan penataan lingkungan di sekitar kawasan bandara, termasuk penanganan persoalan sampah dan aktivitas pembakaran terbuka yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
"Itu memang sedang kita tertibkan bersama. Saya bersama aviation security juga berkeliling memastikan di sekitar bandara tidak ada pembakaran yang bisa mengganggu penerbangan," katanya.
Farhan menilai reaktivasi Bandara Husein menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya tarik Kota Bandung, termasuk di sektor pendidikan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama kota tersebut.
"Kota Bandung sekarang ini sudah mendapatkan reaktivasi dari Bandara Husein. Mudah-mudahan ini akan bisa menarik lebih banyak orang untuk mau bersekolah dan kuliah di Kota Bandung," katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.