Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, mulai mendistribusikan beras bantuan pangan untuk 143.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Kembang itu.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan penyaluran bantuan berupa beras tersebut mulai dilaksanakan pada 27 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada 20 September 2026.
“Para penerima ini merupakan masyarakat yang masuk kategori desil 1 sampai 4. Masing-masing menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli, Agustus dan September,” kata Farhan di Bandung, Kamis.
Farhan menjelaskan sebelum disalurkan kepada KPM, beras bantuan pangan tersebut telah melewati proses pengecekan kualitas yang ketat oleh Bulog untuk membantu kelancaran dan keamanan dalam proses pendistribusian beras tersebut.
“Setiap datang beras ada pemeriksaannya semua. Jadi saya kira sih untuk keamanan beras yang dibagikan sudah terjamin,” kata dia.
Lebih lanjut, Farhan mengatakan bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat rentan sekaligus menekan beban pengeluaran rumah tangga di tengah berbagai tantangan ekonomi.
“Bantuan ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, menangani kerawanan pangan, sekaligus menjaga stabilitas harga beras yang menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Bulog Cabang Bandung Yanto Nurdianto memastikan beras bantuan pangan telah melewati pemeriksaan kualitas sebelum disalurkan kepada masyarakat.
Ia mengatakan beras bantuan sebanyak 30 kilogram yang diterima masyarakat berada dalam kondisi layak konsumsi dan sebagian berasal dari hasil penyerapan Bulog terhadap produksi petani lokal.
“Alhamdulillah, beras untuk bantuan pangan ini kami siapkan dari hasil penyerapan Bulog Bandung dari petani lokal. Jadi beras baru. Mudah-mudahan beras yang baru diserap Bulog itu bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Yanto.
Ia menambahkan masyarakat dapat melaporkan kepada Bulog apabila menemukan beras bantuan yang diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi maupun kemasan mengalami kerusakan.
“Sebetulnya Bulog membuka laporan. Barangkali beras yang diterima itu kualitasnya tidak layak atau jahitannya buka, laporkan saja, akan kami ganti langsung,” ujarnya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.