Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan segera menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi pedagang korban kebakaran di Pasar Sepinggan yang terjadi pada Jumat 31/7. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan sambil menunggu proses pasar dibangun kembali.
“Langkah pertama adalah membersihkan area yang terdampak kebakaran. Setelah itu, kami membangun TPS agar para pedagang bisa kembali berjualan secepat mungkin,” kata Wali Kota Rahmad Mas’ud saat meninjau lokasi kebakaran, Sabtu.
Koordinasi dengan dinas yang berwenang langsung dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa para pedagang dan memastikan pemerintah hadir memberikan solusi. Ia menegaskan bahwa pemulihan aktivitas ekonomi menjadi prioritas agar pedagang dapat kembali menjalankan usaha mereka.
Perbaikan atau revitalisasi Pasar Sepinggan sebenarnya telah masuk dalam rencana pembangunan pemerintah. Kebakaran yang terjadi menjadi momentum untuk mempercepat penataan kawasan pasar agar memiliki fasilitas yang lebih layak, aman, dan nyaman.
“Pasar Sepinggan memiliki nilai sejarah dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sisi Balikpapan Selatan. Ke depan, kami ingin menghadirkan pasar yang lebih tertata dengan memperhatikan aspek keselamatan,” ujarnya.
Lanjut Rahmad selain menyiapkan TPS, Pemkot Balikpapan juga akan mengevaluasi sistem keamanan seluruh pasar tradisional. Pemerintah menekankan pentingnya keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan sarana mitigasi kebakaran lainnya sebagai perlengkapan standar di fasilitas publik.
Ia menilai lokasi TPS paling ideal adalah area pasar yang terbakar itu sendiri, bukan lahan parkir. Menurutnya, penggunaan area parkir berpotensi mengganggu akses kendaraan dan aktivitas pengunjung.
“TPS dibangun di lokasi pasar yang terbakar ini, segera dibersihkan. Dengan demikian lahan parkir tetap bisa difungsikan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Rahmad menegaskan Pemerintah Kota juga memastikan pendampingan akan terus diberikan hingga aktivitas ekonomi kembali pulih sepenuhnya.
Pewarta: Novi Abdi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.