Pemkab Tambrauw minta peningkatan infrastruktur percepat pembangunan 3T - ANTARA News Papua Tengah

calendar_today 26.07.2026 - person  - timer ~

Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, meminta dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur guna mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi dan pelayanan dasar.

Bupati Tambrauw Yeskiel Yesnath di Sorong, Minggu, mengatakan Kabupaten Tambrauw yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 56 Tahun 2008 dan disahkan pada 26 November 2008 hingga kini sudah berusia 18 tahun masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur.

"Sebanyak 80 persen wilayah Tambrauw merupakan kawasan hutan konservasi. Artinya hanya sekitar 20 persen wilayah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan aktivitas masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan Kabupaten Tambrauw memiliki 29 distrik dan 216 kampung yang seluruhnya masih masuk kategori daerah 3T dan sebagian wilayah belum memiliki jalan beraspal sehingga masyarakat di kawasan pesisir mengandalkan transportasi laut, sedangkan warga di wilayah pedalaman membutuhkan waktu hingga satu pekan untuk mencapai pesisir.

Menurut dia, keterbatasan akses jalan masih menjadi kendala utama yang menghambat pemerataan pembangunan, sementara kemampuan fiskal daerah juga terbatas.

"Tahun ini APBD Kabupaten Tambrauw sekitar Rp800 miliar. Dengan kemampuan anggaran tersebut, kami masih mengalami keterbatasan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat," ujar dia.

Pemkab Tambrauw menjadikan pembangunan jalan sebagai program prioritas, antara lain peningkatan jalan dalam ibu kota kabupaten, ruas Sausapor–Bikar, Werur–Bikar, Baun–Metnayam, Fef–Sujak untuk membuka keterisolasian sejumlah distrik.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengharapkan dukungan pembangunan perumahan layak huni bagi masyarakat karena kondisi permukiman di sejumlah wilayah masih berada di bawah standar.

"Posisi geografis Tambrauw yang berada di antara Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya memberikan peluang besar untuk pengembangan ekonomi apabila didukung infrastruktur yang memadai," ujar dia.

Ia menjelaskan wilayah pesisir utara Tambrauw memiliki potensi besar di sektor perikanan, khususnya komoditas tuna, perkebunan kelapa, serta pariwisata berbasis ekowisata karena didukung bentang pantai yang panjang dan keanekaragaman hayati.

Pengembangan potensi itu, kata dia, masih terkendala minimnya akses jalan dan transportasi laut.

"Karena itu, kita juga mengusulkan pembangunan pelabuhan perikanan agar hasil tangkapan nelayan tidak lagi dipasarkan melalui daerah lain, sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat Tambrauw," ujar dia.

Pada sektor pendidikan Pemkab Tambrauw juga mengusulkan penambahan sekolah berpola asrama di wilayah Kebar dan Sausapor untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di kawasan konservasi dan daerah terpencil.

Sedangkan di bidang kesehatan, ia mengatakan pihaknya juga mengharapkan dukungan pembangunan puskesmas, penyediaan ambulans, pembangunan laboratorium kesehatan, serta peningkatan status Rumah Sakit Pratama Tambrauw agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal.

"Kita berharap pemerintah pusat memberikan dukungan pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor-sektor unggulan agar daerah konservasi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan upaya pelestarian lingkungan," ujar dia.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.