Pemkab Rejang Lebong targetkan penurunan stunting di bawah 10 persen - ANTARA News Bengkulu

calendar_today 14.08.2026 - person  - timer ~

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menargetkan penurunan angka prevalensi stunting di wilayah setempat dari 14 persen menjadi di bawah 10 persen.

"Pemkab Rejang Lebong menargetkan angka stunting bisa turun menjadi satu digit atau di bawah 10 persen. Berdasarkan hasil survei tahun 2025, angka stunting di Rejang Lebong berada di angka 14 persen," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja di Rejang Lebong, Jumat.

Dia menjelaskan, prevalensi stunting di daerah itu sejak beberapa tahun belakangan sudah menunjukkan penurunan signifikan, dari yang sebelumnya pada 2024 sempat mencapai 28 persen di Provinsi Bengkulu.

Untuk menangani kasus stunting di daerah tersebut, kata dia, penanganan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melainkan harus dikerjakan secara lintas sektor dengan melibatkan seluruh OPD terkait.

Menurut dia, upaya percepatan penurunan stunting dilakukan pemerintah daerah melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), dengan fokus pada intervensi kualitatif, antara lain program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga berisiko stunting.

Selain itu, intervensi juga mencakup penyediaan sarana air bersih, pembuatan jamban sehat untuk mencegah penularan penyakit, serta pemberdayaan ekonomi keluarga secara mandiri.

Ditambahkan dia, penanganan kasus stunting di tingkat kabupaten saat ini tidak lagi oleh Tim Percepatan Penanganan Stunting atau TPPS yang diketuai oleh wakil bupati, melainkan diketuai oleh ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda masing-masing daerah.

Dia berharap seluruh pihak dan elemen masyarakat terus berkomitmen dalam mendukung program penanganan stunting agar target penurunan di bawah 10 persen dapat tercapai, sehingga generasi mendatang di Rejang Lebong tumbuh lebih sehat dan berkualitas.

Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.