Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus mendorong kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang telah dibentuk agar memberikan edukasi kepada masyarakat agar mengutamakan pelayanan terbaik bagi wisatawan.
"Pelayanan yang baik itu harus diberikan sehingga wisatawan dapat berasa aman, tertib, bersih dan memberikan kesan yang baik bagi pengunjung," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat Afrizal di Simpang Empat, Senin.
Menurutnya kelompok sadar wisata saat ini sudah ada di Pantai Sasak, Pantai Sikabau dan Pantai Air Bangis.
"Setiap pertemuan kita selalu mendorong Pokdarwis agar lebih maksimal melayani pengunjung. Evaluasi terus kita lakukan," kata dia.
Dia mengatakan keberadaan pokdarwis sangat penting dalam upaya mencapai target kunjungan wisatawan selama 2026.
"Untuk 2024 lalu tingkat kunjungan wisatawan 40 ribu orang lebih. Untuk 2025 mencapai 60 ribu kunjungan. Pada 2026 ini akan terus ditingkatkan," katanya.
Ia mengatakan, untuk mencapai target itu pihaknya secara bertahap membenahi objek wisata yang ada khususnya objek wisata pantai
Destinasi pantai barat khatulistiwa itu meliputi wisata pantai mulai dari Katiagan, Mandiangin, Muaro Bingung Kinali, Pantai Sasak, Pantai Maligi, Sikilang, Sikabau dan Pantai Air Bangis.
Pantai Air Bangis itu berada di Kecamatan Sungai Beremas yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Ibu Kota Pasaman Barat, Simpang Empat.
Selain bisa menikmati keindahan pantai Air Bangis, di lokasi itu juga menawarkan pusat kerajinan ibu-ibu berupa sulaman "bonang omeh" (benang emas), pengolahan ikan asin dan kerajinan batik di Desa Baru.
Lalu Pantai Sasak dengan pilihan pohon seribu dan Pantai Indah Maligi dengan hamparan pasir putih.
Lokasi itu berada di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia yang berjarak sekitar 20 kilometer lebih dari Simpang Empat.
Pantai ini selalu ramai dikunjungi dengan hamparan pohon mahoni di tepi pantai yang indah.
Di lokasi ini juga bisa menikmati wisata kuliner dengan ciri khasnya gulai sabo dan "panggang" (bakar) ikan sobam. Begitu juga di Pantai Indah Maligi dengan kuliner "randang" (rendang) lokan.
Pantai indah Maligi memiliki potensi wisata yang indah dan kawasan konservasi lingkungan dan konservasi penyu.
Pihaknya juga secara bertahap membangun parkir, toilet atau water closet, rumah panggung dan membenahi jalan.
Di sektor sumber daya manusia juga dilakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi pengelola.