Rabu, 23 September 2026 20:35 WIB
Bupati OKU Teddy Meilwansyah dalam rapat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Rabu. ANTARA/HO/Humas OKU
Baturaja (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare (Ha) untuk pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR) pada tahun 2027.
"Proses pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi mulai dibangun pada awal 2027. Untuk lahannya sudah disiapkan," kata Bupati OKU Teddy Meilwansyah dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Palembang, Rabu.
Dia mengatakan, proyek strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini diproyeksikan berlokasi di Desa Kedaton, Kecamatan KPR.
Menurutnya, lahan yang disiapkan tersebut merupakan hibah dari masyarakat Desa Kedaton sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.
"Kepastian pembangunan ini diperoleh setelah Pemerintah Desa Kedaton menggelar musyawarah desa. Hasilnya, masyarakat setempat dengan antusias sepakat menghibahkan lahan seluas 7,5 hektare yang berada di dekat kawasan perkantoran desa untuk proyek tersebut," katanya.
Dia menegaskan bahwa proyek pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi ini merupakan kesempatan emas yang sangat rugi jika dilewatkan oleh pihak desa.
Apalagi, kata dia, fasilitas pendidikan ini menjadi satu-satunya dan yang pertama di Kabupaten OKU.
Bupati menjelaskan, seluruh biaya pembangunan fisik sekolah rakyat ini murni bersumber dari APBN.
"Pemerintah daerah dan pihak desa hanya bertugas menyiapkan serta memastikan kesiapan lahan saja," tegasnya.
Dia menambahkan, Pemkab OKU saat ini tengah mengebut proses administrasi, termasuk penerbitan sertifikat lahan guna melengkapi syarat dan kriteria dari kementerian terkait.
"Sesuai tahapan yang ada, proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada Januari 2027," ujarnya.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026