Jumat, 23 Oktober 2026 11:58 WIB
Bangunan Pasar Pelita Hilir yang saat ini tengah dibongkar oleh Pemkab Murung Raya, Jumat (23/10/2026). ANTARA/Supriadi
Puruk Cahu (ANTARA) - Pemkab Murung Raya, Kalimantan Tengah melalui Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyebut pembongkaran bangunan Pasar Pelita Hilir di Puruk Cahu ditargetkan selesai pada Desember 2026.
”Meski demikian, pemerintah daerah berharap proses pekerjaan tersebut dapat rampung lebih cepat agar aktivitas perdagangan di kawasan tersebut bisa segera pulih kembali,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Murung Raya, Paulus Karya Manginte di Puruk Cahu, Jumat (23/10).
Dijelaskan Paulus, langkah pembongkaran yang saat ini tengah berjalan terpaksa diambil berdasarkan hasil kajian akademis dari Universitas Palangka Raya yang merekomendasikan pembongkaran total.
”Berdasarkan kajian tersebut, kondisi struktur bangunan Pasar Pelita Hilir telah mengalami penurunan kualitas dan dinilai sangat mengkhawatirkan. Apabila tetap dibiarkan berdiri, kondisi fisik bangunan dapat membahayakan keselamatan para pedagang maupun pengunjung pasar yang beraktivitas di sana sehari-hari,” sambung Paulus.
Untuk menunjang kelancaran dan keamanan di lapangan, Pemkab Murung Raya menurut Paulus lagi melibatkan kerja sama lintas sektor yang mencakup sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), unsur aparat keamanan, hingga elemen masyarakat setempat.
Keterlibatan itu diharap Paulus agar proses pemuatan dan pembongkaran dapat meminimalkan gangguan terhadap aktivitas perdagangan warga.
Adapun koordinasi secara masif itu, disampaikan Paulus terus digencarkan dengan melibatkan Dinas PUPR, Dinas Koperasi selaku pengelola aset pasar, TNI, Kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga tingkat pemerintah kecamatan, kelurahan, RT, tokoh masyarakat, serta perwakilan pedagang.
”Sinergi ini mencakup tahapan sosialisasi, pemindahan tempat pedagang, pengamanan area, pengaturan lalu lintas, hingga pengelolaan material hasil pembongkaran sebagai aset daerah,” tambahnya.
Mengenai operasional pekerjaan, Paulus mengungkapkan bahwa proses pembongkaran yang dianggarkan pada tahun 2026 melalui dana TDF dan dikerjakan oleh pihak ketiga hasil tender yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Guna memastikan proses pengangkutan material bongkaran tidak menimbulkan kemacetan, menurut Paulus pengerjaan di lapangan dibuatkan tiga pos pengaturan buka-tutup jalur lalu lintas untuk membantu mengatur mobilitas masyarakat yang melintas di sekitar area pembangunan.
Baca juga: PKB salurkan bantuan sembako ke empat pondok pesantren di Murung Raya
Baca juga: Pemkab Murung Raya perkuat kemandirian puskesmas melalui sistem BLUD
Baca juga: Pemkab Murung Raya serahkan tali asih kepada 70 orang santri
Pewarta : Supriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.