Pemkab Magelang ingatkan kades kelola dana desa secara transparan

calendar_today 22.07.2026 - person  - timer ~

Pemkab Magelang ingatkan kades kelola dana desa secara transparan

Rabu, 22 Juli 2026 17:07 WIB

Image Print

Wakil Bupati Magelang Sahid bersalaman kepada para kepala desa di Magelang, Rabu (22/7/2027). ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak 2026, Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengingatkan para kepala desa untuk memperkuat tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Wakil Bupati Magelang Sahid di Magelang, Rabu, menyampaikan, selain itu para kepala desa diminta lebih peduli terhadap maraknya kenakalan remaja hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang di lingkungan desa.

Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Penguatan Tata Kelola Keuangan Desa di Ruang Cemerlang Setda Kabupaten Magelang. Kegiatan ini diikuti seluruh kepala desa yang akan menyelenggarakan Pilkades Serentak.

Ia mengatakan, kondisi pengelolaan keuangan pemerintah saat ini menuntut seluruh penyelenggara pemerintahan, termasuk pemerintah desa, bekerja lebih hati-hati dan terbuka.

"Pengelolaan keuangan negara saat ini benar-benar membutuhkan kehati-hatian. Kita harus terbuka dan mampu merangkul seluruh perangkat desa agar pemerintahan berjalan dengan baik," katanya.

Ia mengingatkan, banyak kasus hukum yang menjerat penyelenggara pemerintahan justru berawal dari laporan orang-orang terdekat akibat buruknya komunikasi dan tata kelola.

Oleh karena itu, ia meminta kepala desa membangun hubungan yang harmonis dengan perangkat desa sekaligus memastikan seluruh penggunaan anggaran dipublikasikan kepada masyarakat melalui media informasi seperti baliho atau papan informasi proyek.

"Mulai dari sumber anggaran, penggunaannya, hingga pelaksanaannya harus diketahui masyarakat. Transparansi menjadi kunci agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," katanya.

Selain persoalan tata kelola keuangan, ia juga menyoroti meningkatnya kenakalan remaja di Kabupaten Magelang.

Menurut dia, fenomena tawuran yang dipamerkan melalui media sosial hingga penyalahgunaan obat-obatan berbahaya mulai merambah di desa-desa.

Ia sangat prihatin karena sejumlah kasus melibatkan pelajar SMP dan SMA yang membawa senjata tajam saat melakukan aksi tawuran.

"Kita semua harus peduli. Kalau ada yang menjual obat-obatan terlarang atau minuman keras di desa, jangan dibiarkan. Dampaknya sangat luar biasa terhadap anak-anak kita," katanya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.