"Keberadaan Persagi tidak semata-mata berkaitan dengan organisasi profesi, tetapi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas,"
Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dalam mendukung penguatan edukasi gizi masyarakat.
"Keberadaan Persagi tidak semata-mata berkaitan dengan organisasi profesi, tetapi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas," kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisi saat menghadiri acara pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Persagi Kabupaten Lombok Timur periode 2026–2031 di Lombok Timur, Rabu.
Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai makanan bergizi dan beragam. Makanan bergizi tidak selalu harus mahal. Yang terpenting adalah masyarakat memahami jenis makanan dan sumber pangan yang memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh.
"Jangan hanya kami merasa hebat di dalam organisasi, tetapi tidak hebat dalam melayani masyarakat. Keliling, berikan edukasi dan pendidikan tentang makanan beragam, tentang sumber gizi dan dari mana saja kita mendapatkannya," katanya.
Bupati juga menilai Lombok Timur memiliki potensi besar dalam menyediakan beragam bahan pangan. Karena itu, pemenuhan gizi masyarakat perlu didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, ahli gizi, dan para petani sebagai penyedia bahan pangan.
Ia mencontohkan bahwa hampir seluruh kebutuhan pangan dapat dikembangkan di Lombok Timur, meskipun masih terdapat komoditas tertentu yang membutuhkan penguatan sumber daya dan keahlian, salah satunya kedelai.
"Antara pemerintah, Persagi, dan petani yang menyiapkan beragam bahan makanan harus bisa berkolaborasi dan berjalan beriringan," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa perhatian terhadap pemenuhan gizi tidak boleh hanya ditujukan kepada ibu hamil, ibu menyusui, maupun bayi dan balita.
Masyarakat secara umum juga harus mendapatkan akses terhadap makanan bergizi agar tetap sehat. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan Persagi semakin diperkuat, terutama dalam memberikan edukasi dan pendampingan di puskesmas, posyandu, maupun di tengah masyarakat.
"Persoalan kesehatan dan gizi tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi mendatang. "Teman-teman kesehatan harus bekerja cepat, bekerja keras, dan cepat melayani masyarakat. Tidak bisa nanti dulu," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026