Pemkab Kutim perkuat kemandirian pangan berbasis keluarga hadapi kemarau - ANTARA News Kalimantan Timur

calendar_today 17.07.2026 - person  - timer ~

Cadangan beras sebanyak 83,6 ton memang sudah kami siapkan dalam menghadapi kemarau tahun ini, namun ini untuk kesiapsiagaan, sehingga ketahanan pangan dari rumah tangga terus kami dorong

Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, memperkuat kemandirian pangan berbasis keluarga dalam menghadapi kemarau yang diprediksi lebih panas berlangsung pada Juli hingga Desember 2026 dengan memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal.

"Cadangan beras sebanyak 83,6 ton memang sudah kami siapkan dalam menghadapi kemarau tahun ini, namun ini untuk kesiapsiagaan, sehingga ketahanan pangan dari rumah tangga terus kami dorong," ujar Pelaksana Tugas Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutim Alidi di Sangatta, Kutim, Kamis.

Untuk itu, menurut dia, pihaknya mengembangkan program Teras Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) melalui pembagian benih sayuran, polybag, serta pupuk kompos kepada kelompok dasa wisma di desa-desa.

Program itu diarahkan agar pekarangan rumah warga dapat dimanfaatkan sebagai lahan produksi berbagai komoditas hortikultura, palawija, dan tanaman pangan lain sebagai diversifikasi pangan yang tidak hanya mengandalkan beras, lanjutnya. 

Hal itu, menurut Alidi, penting karena ketika masyarakat terbiasa menanam kebutuhan dapurnya sendiri, maka tidak harus belanja ke pasar sehingga akan berdampak pada kenaikan harga maupun tidak harus bergantung pada pasokan pangan.

Langkah memperkuat ketahanan pangan akan lebih kokoh ketika melibatkan seluruh lapisan masyarakat, sehingga bantuan yang diberikan ke setiap desa tersebut menjadi perangsang dalam upaya mencukupi kebutuhan pangan skala rumah tangga. "Syukur jika bisa sampai dijual sebagai pendapatan keluarga," ujar dia. 

Ia menjelaskan, program Teras Pangan B2SA ini merupakan salah satu dari tiga langkah strategis yang disiapkan dalam menghadapi potensi kemarau. Strategi kedua adalah penguatan cadangan pangan pemerintah, sementara ketiga adalah perluasan pelaksanaan gerakan pangan murah (GPM),

"Cadangan pangan pemerintah daerah sebanyak 83,6 ton beras disiapkan untuk mencegah dan menanggulangi kerawanan pangan, karena dengan stok yang tersedia, pemerintah dapat bergerak cepat membantu masyarakat ketika terjadi keadaan darurat pangan atau jika terjadi gejolak harga," kata Alidi.

Ia mengatakan sebanyak 83,6 ton beras tersebut merupakan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang kini disimpan Perum Bulog Samarinda, sehingga jika suatu saat dibutuhkan segera dikirim ke Kutim.

Sedangkan GPM, lanjutnya, merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, yakni ketika harga pangan bergejolak, masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan tidak terjadi kerawanan pangan.

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.