Jumat, 24 Juli 2026 19:55 WIB
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mempercepat proses pengerjaan pembangunan enam jembatan penghubung, agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat sekaligus meningkatkan persentase kemantapan jalan kabupaten pada 2026.
"Tingkat kemantapan jalan dan jembatan di Kabupaten Kudus saat ini mencapai 91,29 persen. Setelah pembangunan enam jembatan serta perbaikan infrastruktur jalan rampung, angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 94,01 persen," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Supriyadi di Kudus, Jumat.
Program pembangunan enam jembatan tersebut, kata dia, tersebar di sejumlah ruas jalan dengan total anggaran mencapai Rp11,69 miliar. Keenam jembatan yang dikerjakan meliputi Jembatan Karangmalang-Peganjaran, Jojo-Kesambi, Lambangan-Berugenjang, Rahtawu-Semliro, Kawakan-Gringging, dan Medini-Kutuk.
Menurut Supriyadi penanganan setiap jembatan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Misal di Desa Lambangan, rehabilitasi dilakukan akibat penurunan struktur. Sementara di Gringging, jembatan diperbaiki karena mengalami gerusan aliran sungai dan memiliki lebar yang sudah tidak memadai. Adapun di Rahtawu, pekerjaan mencakup pelebaran jembatan serta penguatan struktur abutmen dari pasangan batu kali menjadi beton bertulang.
Untuk menjaga kelancaran mobilitas warga selama proses pembangunan Jembatan Rahtawu, Dinas PUPR juga menyediakan jembatan darurat sebagai jalur sementara.
Salah satu proyek yang menunjukkan progres signifikan adalah Jembatan Karangmalang–Peganjaran. Pembangunannya telah mencapai sekitar 80 persen dan didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan nilai kontrak Rp772,65 juta.
Jembatan tersebut dibangun ulang karena konstruksi lama berbahan pasangan bata mengalami kerusakan dan tidak lagi mampu dilalui kendaraan roda empat. Struktur baru menggunakan box culvert beton bertulang dengan bentang yang diperbesar sehingga dapat melayani lalu lintas dua arah.
Supriyadi menambahkan berdasarkan klasifikasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), ruas jalan yang masuk kategori rusak ringan maupun rusak sedang masih tergolong jalan mantap sehingga tetap dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dari total panjang jalan kabupaten sekitar 580 kilometer, saat ini tidak ada lagi ruas jalan yang masuk kategori rusak berat. Kerusakan yang masih tersisa hanya berupa kerusakan sedang sepanjang sekitar 34,8 kilometer.
Selain pembangunan jembatan, pada tahun ini Bidang Bina Marga juga mengelola 18 paket pekerjaan jalan dengan total anggaran sekitar Rp28 miliar. Paket tersebut meliputi 13 pekerjaan peningkatan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jalan serta lima paket pembangunan talud dengan total penanganan sekitar delapan kilometer ruas jalan.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.