Senin, 13 Juli 2026 22:17 WIB
Orang tua salah seorang murid Agus Saptono yang bersemangat mengantar anaknnya pada hari pertama sekolah, Sampit, Senin (13/7/2026). (ANTARA/Devita Maulina)
Sampit (ANTARA) - Pelaksanaannya Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendapat respons baik dari para orang tua karena semakin mempererat kedekatan ayah dan anak.
“Kami sebagai orang tua tentu merasa bangga dengan adanya gerakan tersebut. Karena ini menjadi sebuah momen yang berharga," kata orang tua salah seorang siswa di SMPN 1 Sampit Agus Saptono di Sampit, Senin.
Menurutnya, sebagai orang tua merupakan kewajiban memberi dukungan moral, memotivasi anak supaya tidak merasa sendiri, merasa betul-betul disayangi, serta merasa dilindungi.
Meski awalnya sempat ada pro kontra, namun pelaksanaan GAMAS ini umumnya mendapat respons positif dari para orang tua. Salah satunya Agus yang mengantarkan putri pertamanya Astri Talenta yang baru memulai masa pembelajarannya di jenjang SMP.
Dia mengapresiasi imbauan yang dituangkan dalam bentuk Surat Edaran Bupati Kotim untuk para ayah agar mengantar anak ke sekolah pada hari pertama.
Kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar anak, tetapi juga menjadi kesempatan mengenal lingkungan sekolah, kepala sekolah, guru maupun sesama orang tua siswa sehingga dapat terbangun komunikasi yang baik demi mendukung proses pendidikan.
Baca juga: Pemkab Kotim proyeksikan pendapatan Rp1,7 triliun pada KUA-PPAS 2027
Ia menilai dukungan moral dari keluarga akan membuat anak lebih percaya diri memasuki lingkungan baru. Di sisi lain, orang tua juga memiliki tanggung jawab menanamkan kedisiplinan serta mengingatkan anak agar mematuhi tata tertib sekolah.
“Ini bentuk tanggung jawab moral, merupakan kewajiban orang tua mendukung anak, memberi motivasi supaya selalu semangat belajar, supaya betul-betul paham bagaimana nilai-nilai perjuangan dalam memperoleh pendidikan itu tentu harus siap dengan mengikuti aturan tata tertib sekolah,” jelasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim Achmad Yusi menyampaikan SE Bupati Kotim terkait GAMAS memang bersifat imbauan dan bukan keharusan.
“Ini merupakan program dari pusat yang kami adaptasi ke daerah. Ini sifatnya imbauan saja, karena tema Hari Keluarga Nasional (Haganas) tahun ini adalah Ayah Hadir,” sebutnya.
Keberhasilan membangun generasi berkualitas tidak hanya bergantung pada dunia pendidikan, tetapi dimulai dari lingkungan keluarga yang harmonis dengan keterlibatan aktif kedua orang tua.
Dia berharap gerakan ini dapat menjadi budaya positif yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pewarta : Devita Maulina
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.