Gresik (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT Smelting menanam 10.000 bibit mangrove di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Selasa, sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
Penanaman dilakukan di Dusun Ujung Timur (Brang Wetan) Desa Randuboto dan menjadi bagian dari Program Konservasi Mangrove "Pesisir Lestari-Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang" yang melibatkan pemerintah, perusahaan, perangkat desa, dan komunitas peduli lingkungan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai, menjaga habitat biota pesisir, serta membantu penyerapan karbon untuk mitigasi perubahan iklim.
"Kegiatan ini bukan sekadar menanam 10.000 bibit mangrove, tetapi juga menanam perlindungan bagi pesisir Gresik dan harapan bagi generasi mendatang," ujarnya.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada penanaman, melainkan dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan agar mangrove dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
Presiden Direktur PT Smelting Darma Djojonegoro mengatakan penanaman mangrove merupakan investasi lingkungan jangka panjang yang diharapkan dapat menjadi benteng alami penahan gelombang laut sekaligus mendukung pengembangan edukasi lingkungan dan ekowisata berbasis masyarakat.
"Keberhasilan program ini tidak dapat dicapai sendiri, melainkan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha," katanya.
Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra mengatakan desanya telah menjaga kawasan mangrove seluas sekitar 200 hektare sejak 2013 sehingga fungsi mangrove sebagai pelindung pantai dari abrasi dapat dipertahankan sekaligus mendukung mata pencaharian nelayan.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Randuboto, kawasan mangrove seluas sekitar 200 hektare tersebut telah dipertahankan secara berkelanjutan sejak 2013 dan menjadi salah satu penyangga penting ekosistem pesisir di Kecamatan Sidayu.
Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.