Sabtu, 29 Agustus 2026 17:09 WIB
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Batang menerima bantuan pompa air dari pemerintah untuk dibagikan pada kelompok tani yang kesulitan mendapatkan pasokan air lahan pertanian di Batang, belum lama ini. (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyediakan 114 pompa air untuk mengamankan pasokan air lahan pertanian milik para petani sebagai upaya mencegah potensi gagal panen.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan Kabupaten Batang Sutadi di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa sebanyak 114 pompa air tersebut disebar secara bertahap kepada kelompok tani yang berada di wilayah kekeringan.
"Berdasarkan laporan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan hingga Agustus 2026, fenomena kekeringan telah berdampak pada 16 hektare lahan pertanian di dua kecamatan utama yakni Banyuputih (1 hektare) dan Gringsing (15 hektare)," katanya.
Menurut dia, penanganan kekurangan pasokan air lahan pertanian di tingkat tapak sejauh ini masih tergolong terkendali berkat inisiatif para petani.
"Kalau untuk laporan sampai Agustus 2026, ya ada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Banyuputih dan Gringsing," katanya.
Ia yang didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Diana Anggraeni mengatakan di wilayah Banyuputih memang menjadi kawasan langganan yang sering terjadi keterbatasan pasokan air setiap memasuki musim kemarau.
Meski demikian, kata dia, ancaman kekeringan yang dapat berpotensi menimbulkan gagal panen ini dapat diantisipasi dengan menyedot aliran air sungai dengan menggunakan pompa.
"Selama air tanah atau celah sumber air permukaan masih terjangkau, para kelompok tani langsung menyedotnya menggunakan mesin pompa," katanya.
Selain menyiapkan pompa air, dia mengatakan pemerintah juga menyokong infrastruktur pendukung melalui perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi tersier.
"Kami ada bantuan dari irigasi untuk Banyuputih dan Gringsing, kemudian didistribusikan juga pompa air," katanya.
Baca juga: Batang perketat siswa-guru gunakan gawai selama KGM
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.