Senin, 21 September 2026 17:40 WIB
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menghadiri acara Bantul Creative Expo 2026 di Kompleks Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (1/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus berupaya meningkatkan berbagai aspek pendukung pendidikan bagi siswa maupun sekolah di wilayah setempat untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang cerdas.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Senin, mengatakan pendidikan merupakan bagian dari urusan wajib dasar dalam otonomi daerah yang harus terus didukung dan menghasilkan kemajuan.
"Dari sisi sarana prasarana, kesejahteraan guru, dan output yang paling penting adalah meningkatnya kualitas sumber daya manusia anak-anak kita," katanya.
Menurut dia, dukungan pemerintah dalam bidang pendidikan dapat dirasakan, di antaranya melalui aspek kesejahteraan guru yang salah satu fungsi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) adalah mengakomodasi kebutuhan personalia.
"Bantul merupakan salah satu daerah yang memiliki BOSDA terbanyak di Indonesia, karena madrasah pun di Bantul ini juga mendapatkan bantuan BOSDA dari pemerintah daerah," ujarnya.
Ia berharap keberadaan BOSDA di seluruh sekolah SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, dapat menyeimbangkan kemampuan keuangan di masing-masing sekolah sekaligus digunakan untuk memberikan insentif kepada guru.
"Itu untuk mengapresiasi keistiqomahan guru-guru kita, maka kita juga memberikan insentif terutama bagi guru-guru swasta dan terus kita perbaiki, baik jumlahnya, caranya maupun sistemnya," katanya.
Namun, menurut dia, peningkatan kualitas SDM melalui bidang pendidikan di Bantul perlu dilakukan bersama oleh pemerintah maupun masyarakat.
"Outputnya adalah anak-anak Bantul yang semakin hebat, baik dari sisi kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosional," ujarnya.
Ia menyebut pendidikan mampu membentengi anak dari budaya yang tidak baik, seperti tawuran, perundungan, kekerasan, dan kenakalan remaja lainnya.
"Di luar ini masih ada yang namanya kecerdasan spiritual yaitu kecerdasan anak-anak berhubungan dengan Tuhan, ini juga sangat berpengaruh terhadap karakter, terhadap perilaku mereka," katanya.
Upaya tersebut, lanjutnya, sesuai dengan rencana kerja pendidikan, yakni terwujudnya anak-anak Bantul yang cerdas, berakhlak mulia, berkepribadian Indonesia, dan berbudaya istimewa sebagai bagian dari DIY.
Halim juga menyampaikan beberapa prestasi dalam sektor pendidikan di Bantul, salah satunya posisi Bantul yang menduduki peringkat empat nasional dalam kemampuan akademik siswa SD maupun SMP.
"Ini sesuai dengan rilis yang disampaikan oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) serta BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa Kabupaten Bantul ini menempati ranking empat juga dalam kualitas sumber daya manusia tingkat nasional," ujarnya.
Menurut dia, capaian tersebut menambah kepercayaan diri siswa di Bantul agar tidak ragu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
"Kita harus memiliki cita-cita, jangan hanya ranking empat, tapi ranking satu nasional itu harus terus kita perjuangkan," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026