Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggandeng Bank Indonesia untuk mengendalikan kenaikan harga pangan dan menjaga stabilitas inflasi daerah.
Sekretaris Daerah Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizam di Koba, Jumat, mengatakan sejumlah komoditas pangan utama telah melampaui batas harga acuan pemerintah.
“Harga ayam ras di pasaran sudah mencapai Rp50.000 per kilogram, sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan Rp40.000,” katanya.
Selain ayam ras, kata dia, harga cabai juga tercatat melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP), sehingga diperlukan langkah pengendalian untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Menurut dia, Pemkab Bangka Tengah menggandeng Bank Indonesia melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) sebagai salah satu upaya menjaga kelancaran pasokan dan distribusi komoditas pangan.
Ia mengatakan Pemkab Bangka Tengah telah menerima paparan teknis dari BI mengenai persyaratan pelaksanaan FDP yang akan ditindaklanjuti Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Tim teknis akan menentukan titik distribusi yang dibutuhkan agar pelaksanaan program ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rommy Sariu Tamawiwy mengatakan pembahasan bersama Pemkab Bangka Tengah berfokus pada strategi pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Ia menjelaskan FDP merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.
Rommy berharap kolaborasi tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan di Bangka Tengah sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.