Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menginventarisasi blok pedagang di pasar tradisional di kota itu guna memastikan kegiatan aktivitas perdagangan berjalan lancar.
"Inventarisasi blok pedagang ini cukup penting kami lakukan supaya mengetahui langsung setiap blok di pasar benar-benar di manfaatkan oleh pedagang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka Ismir Rachmaddinianto di Sungailiat Rabu.
Ia mengatakan inventarisasi blok di pusatkan di sejumlah pasar yaitu di Pasar Kite Sungailiat, Pasar Kenanga, Pasar Inpres, Pasar Senggol Pelabuhan yang merupakan pasar ikan.
"Inventarisasi blok di beberapa pasar itu meliputi, meja atau lapak pedagang, kios dan ruko yang tercatat mencapai 1.034 objek," ujar dia.
Dari inventarisasi itu, kata Ismir, diharapkan mendapatkan formula data valid dokumen hak sewa resmi yang dikeluarkan pemerintah Kabupaten Bangka.
Dia menyarankan masyarakat yang menyewa kios, meja atau toko supaya ditetapi untuk kegiatan perdagangan, dan jangan alih sewa ke pihak lain tanpa diketahui oleh pemerintah daerah.
"Kami menginginkan ke depan secara bertahap, pasar yang merupakan pusat perekonomian masyarakat dapat berkembang lebih maju seperti mengenalkan transaksi perdagangan berbasis digital atau non tunai," katanya.
Ismir mengatakan transaksi perdagangan non tunai memiliki kelebihan dibanding pembayaran tunai in cash. Transaksi non tunai lebih cepat dan praktis, dan bagi pedagang sendiri setiap transaksi tersimpan langsung dengan rapi di aplikasi atau mutasi rekening.
Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.