Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) untuk mencegah penyalahgunaan media sosial yang dapat berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna, di Bandung, Senin, mengatakan peningkatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan yang mencakup penguatan mental, karakter, akhlak, pelayanan prima, serta penggunaan media sosial secara bijak.
"Saya tegaskan lagi kepada Dinas Kesehatan, saya minta kumpulkan semua nakes yang ada di wilayah Kabupaten Bandung, kita bikin pelatihan. Kita bikin yang tujuannya peningkatan kapasitas (bijak bermedsos)," katanya.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya kasus tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka yang turut melontarkan komentar tidak berempati kepada pasien hingga menjadi perhatian publik sehingga pihaknya ingin memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ia menyesalkan perilaku tenaga kesehatan yang melakukan perundungan terhadap pasien dan menilai tindakan tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan yang memiliki tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya sangat kecewa dan juga prihatin terhadap perilaku dari nakes. Kok nakes bisa mem-bully pasiennya? Kan ini keterlaluan," ujarnya.
Selain bagi nakes, pelatihan mengenai penggunaan media sosial secara bijak akan diberikan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bandung setelah APBD Perubahan. Pelaksanaan pelatihan akan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung.
"Saya titip ya kepada ASN Kabupaten Bandung, ingat bahwa kita ini sebagai pelayan. Maka bijaklah dalam bermedsos. Bermedia sosial boleh, tapi harus bijak, apalagi selaku ASN," katanya.
Bupati Dadang menegaskan peningkatan kapasitas tersebut merupakan bagian dari pembinaan aparatur untuk mencegah kejadian serupa terulang, sedangkan ASN maupun nakes yang terbukti melakukan pelanggaran tetap akan dikenai sanksi sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.