Blangpidie (ANTARA) - Pemerintah Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera membangun kembali pengaman tebing di Desa Drien Jalo, Kecamatan Tangan-Tangan kabupaten setempat yang rusak diterjang banjir.
"Kami tadi sudah cek ke lokasi tentang laporan pengaman tebing yang rusak di kawasan sungai di Desa Drien Jalo Kecamatan Tangan-Tangan itu," kata Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi di Abdya, Sabtu.
Menurut Rahwadi, infrastruktur penahan arus tersebut saat ini membutuhkan penanganan segera demi keselamatan warga sekitar. Berdasarkan hasil evaluasi tim teknis di lapangan, pemerintah harus membangun pengaman tebing yang runtuh sepanjang 60 meter.
Selain pembangunan fisik tebing, Dinas PUPR Abdya juga mengagendakan program normalisasi sungai sepanjang 50 meter tepat pada titik kerusakan.
Langkah normalisasi ini dinilai mendesak lantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan tersebut sudah mengalami penyempitan yang cukup signifikan.
Rahwadi menjelaskan, penyempitan alur sungai menjadi pemicu utama banjir musiman. Ketika hujan dengan intensitas tinggi melanda, debit air sungai langsung meluap ke permukaan, baik pemukiman maupun lahan pertanian.
Dampak dari kondisi ini, sangat dirasakan oleh warga yang menggantungkan hidup di sektor pertanian padi sawah.
"Tadi warga di situ menyampaikan pada kami ketika hujan turun rumah penduduk dan areal sawah mereka selalu terendam air," ujarnya.
Untuk memulihkan fungsi infrastruktur serta normalisasi aliran sungai tersebut, lanjut dia, pemerintah Abdya memperkirakan kebutuhan anggaran nantinya mencapai Rp400 juta.
Namun, mengingat keterbatasan anggaran tahun berjalan, Dinas PUPR berencana mengusulkan alokasi dana tersebut pada tahun anggaran 2027.
"Infrastruktur baru tersebut nantinya diproyeksikan untuk bisa menahan laju erosi akibat hantaman arus sungai yang deras," demikian Rahwadi.
Baca juga: Sejumlah desa di Abdya terendam banjir akibat hujan deras
Pewarta: Suprian
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.