Samarinda (ANTARA) - Pemerintah menyediakan 16 paket program pelatihan kerja secara gratis bagi masyarakat Kalimantan Timur yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Program pelatihan vokasi gratis ini diselenggarakan untuk membekali para pekerja terdampak PHK agar memiliki keterampilan baru yang relevan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim Rozani Erawadi di Samarinda, Jumat.
Ia menjelaskan pelaksanaan program pelatihan kerja gratis tersebut direalisasikan melalui sinergi intensif bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Samarinda.
Alokasi program pelatihan vokasi tersebut dibiayai secara penuh melalui dukungan alokasi anggaran APBN Kementerian Ketenagakerjaan Tahun Anggaran 2026.
"Sebanyak 16 paket kejuruan pelatihan dibuka secara komprehensif guna menjawab kebutuhan diversifikasi keterampilan tenaga kerja di daerah," ujar dia.
Ragam kejuruan terapan yang disediakan meliputi bidang teknologi informasi, teknik las welding, kelistrikan, hingga program pelatihan teknisi instalasi pembangkit listrik tenaga surya.
Selain itu, terdapat kelas kejuruan desain grafis, pemasaran digital, otomatisasi industri, hingga sertifikasi keahlian operator alat berat, seperti forklift dan wheel loader.
"Para peserta pelatihan tidak dikenakan biaya pendaftaran serta mendapatkan fasilitas penuh berupa uang saku harian, seragam, dan konsumsi harian," kata Rozani.
Seluruh peserta yang dinyatakan lulus mengikuti rangkaian pelatihan menerima sertifikat kompetensi resmi yang diterbitkan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Pendaftaran program pelatihan vokasi gratis tersebut dibuka secara luas dan transparan bagi masyarakat umum dan pekerja terdampak PHK hingga 7 Oktober 2026.
"Kami mengimbau para pencari kerja, terutama mereka terdampak PHK untuk memanfaatkan peluang pelatihan vokasi gratis ini sebaik-baiknya," kata dia.
Disnakertrans Kalimantan Timur terus memperkuat kerja sama asosiasi industri guna memastikan penyerapan para alumnus pelatihan di berbagai sektor usaha.
Langkah peningkatan kualitas sumber daya manusia ini bagian dari komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka di daerah.
"Penguatan kompetensi vokasi menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan ekonomi warga serta meningkatkan daya saing pekerja lokal," demikian Rozani.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.