Pemerintah Mimika lakukan program penataan lahan sagu - ANTARA News Papua Tengah

calendar_today 16.10.2026 - person  - timer ~

Timika (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mimika, Papua Tengah melaksanakan program penataan lahan sagu di Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika.

Kepala Dinas DTPHP Mimika Abdul Haris Sudarmono di Timika, Jumat, mengatakan program penataan sagu tersebut merupakan program dari Kementerian Pertanian tahun anggaran 2026.

"Lahan yang ditata itu luasnya 100 hektare. Program ini dari pusat, jadi ada dari pusat ini bantuan alat untuk digunakan melakukan pembersihan dan penataan. Sehingga kami alokasikan anggaran untuk sharing dana mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut contohnya untuk bahan makanan, bensin untuk gergaji mesin dan lain sebagainya," ujarnya.

Program penataan sagu tersebut dilakukan guna mempermudah masyarakat saat memanen dan pengembangan bibit sagu.

Ia mengatakan pada 2027 DPTPH Mimika juga mendapatkan program dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan tanaman kopi dan kelapa di wilayah Mimika.

Pengembangan taman kopi seluas 100 hektare akan dikembangkan di Distrik Agimuga. Program ini akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027.

"Kami sudah kirim datanya ke pusat (Kementerian Pertanian). Untuk anggarannya kami belum tahu, karena daerah kan cuma penerima manfaat. Nanti kami usulkan sharing dana untuk mendukung program itu misalnya biaya penanaman dan lain lain . Karena dari pusat ini setiap ada bantuan biasanya dalam bentuk bibit," ujarnya.

Ia mengatakan wilayah Distrik Agimuga sangat cocok untuk dilakukan pengembangan tanaman kopi.

Selain kopi, DTPHP Mimika juga akan mengembangkan tanaman kelapa seluas 100 hektare di wilayah Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah.

"Di sana itu perlu peremajaan karena kelapa sudah puluhan tahun sehingga perlu di tanam ulang untuk meningkatkan produksi ke depan. Jadi kami pemerintah memfasilitasi untuk pengembangan kelapa 100 hektare " ujarnya.

Program tersebut juga dibiayai oleh APBN tahun anggaran 2027. Wilayah Atuka adalah wilayah yang sangat cocok untuk pengembangan tanaman kelapa.

"Kelapa di Kampung Atuka ini juga merupakan sumber bibit, bibitnya tidak perlu didatangkan karena bibit kelapa di Atuka ini sudah disertifikasi oleh Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian," ujarnya.

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.