Pemerintah menyalurkan 62.710 unit KPR FLPP ke MBR lewat akad massal

calendar_today 30.07.2026 - person  - timer ~

Pemerintah menyalurkan 62.710 unit KPR FLPP ke MBR lewat akad massal

Kamis, 30 Juli 2026 19:58 WIB

Image Print

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan laporan dalam gelaran Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan sebesar Rp880 miliar di Batang, Jawa Tengah pada Kamis (30/7/2026). (ANTARA/Aji Cakti)

Batang, Jawa Tengah (ANTARA) - Pemerintah menyalurkan 62.710 unit KPR Fasilitas LIkuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR di 130 titik di 36 Provinsi dalam akad massal ketiga di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

"Penerima manfaat rumah subsidi sebanyak 62.710 debitur," ujar Menteri PKP Maruarar Sirait dalam gelaran Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan sebesar Rp880 miliar di Batang, Jawa Tengah pada Kamis.

Menurut dia, penyaluran FLPP selama 15 tahun dari 2010 sampai 2025 baru pada masa pemerintahan Presiden Prabowo mencapai penyaluran tertinggi yakni pada tahun 2025 sebesar 278.000 unit KPR rumah subsidi, karena sebelumnya pada tahun 2023 mencapai 228.000 unit KPR FLPP.

Ara mengatakan penyaluran FLPP tahun 2025 tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Dia mengatakan bahwa akad massal KPR rumah subsidi yang ketiga di Batang, Jawa Tengah merupakan tindak lanjut dari akad massal KPR rumah subsidi pertama dan kedua pada tahun 2025.

'Kami juga mohon mengundang Bapak Presiden RI pada tanggal 17 Desember tahun 2026 untuk akad massal 71.000 unit KPR rumah subsidi yang disiapkan oleh BP Tapera dengan pengembang dan perbankan di Jawa Timur," katanya.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyampaikan akad massal ketiga yang dilaksanakan secara serentak ini tersebar sekurang-kurangnya 130 titik di 372 Kabupaten/Kota pada 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua.

Disampaikan Heru lebih lanjut, realisasi penyaluran KPR Subsidi FLPP tahun 2026, per 29 Juli telah mencapai 118.756 unit rumah senilai Rp14,76 triliun.

"Kinerja FLPP ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi kolaborasi dengan ekosistem perumahan. Kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian / Lembaga, Pemerintah Daerah, Serikat Pekerja, Asosiasi Profesi, serta mitra kerja penyaluran yakni PT Sarana Multi Griya Finansial bersama 43 bank penyalur yang terdiri dari 6 bank negara (Himbara), 34 bank pembangunan daerah, dan 3 bank swasta,” ujar Heru.

Dia menambahkan, akad massal ini kembali mencetak pencapaian tertinggi dibandingkan akad massal sebelumnya, yang mana hal tersebut menunjukkan bahwa BP Tapera selalu memberikan komitmen untuk terus meningkatkan capaiannya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka backlog kepemilikan rumah sebesar 9,6 juta unit pada tahun 2025.

Backlog perumahan adalah kesenjangan antara jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat dengan jumlah rumah yang tersedia.

Pewarta : Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026