Senin, 28 September 2026 19:40 WIB
Penyerahan symbols NPOC dari Kementerian Kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Pemerintah berkomitmen melawan penyakit Tuberkulosis (TBC) di berbagai daerah, termasuk juga di Provinsi Jawa Tengah lewat peningkatan fasilitas kesehatan.
Terkait hal itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen. Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus melakukan kunjungan kerja dan evaluasi program prioritas pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin.
Evaluasi yang diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah dan Kepala Dinas Kesehatan dari berbagai provinsi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi penanggulangan TBC yang menjadi prioritas Presiden Prabowo.
Dalam pemaparannya, Wamenkes mengungkapkan dari sisi pengobatan TBC, Indonesia secara umum telah mencapai target di atas 90 persen dalam penemuan kasus. Kendala signifikan kini tersisa pada wilayah-wilayah dengan tantangan geografis yang sulit. Meski demikian, fokus utama pemerintah saat ini bergeser pada upaya pencegahan dan penanganan kontak erat.
“Untuk pengobatan sudah bagus, kita sekarang mengejar di pencegahan melalui Medical Check-Up (CKG) dengan X-ray. Tujuannya agar kasus ditemukan sedini mungkin, kontak erat bisa mendapat obat pencegahan (TPT), dan yang sakit bisa diobati sebelum terjadi komplikasi,” ujar dr. Benjamin.
Untuk mendukung penanganan medis, pihaknya akan memperkuat fasilitas kesehatan di Jawa Tengah. Bulan depan, alokasi mesin X-ray di Jawa Tengah akan ditambah sebanyak 51 unit, melengkapi 44 unit yang sudah ada sehingga total menjadi 95 unit.
Selain itu, seluruh puskesmas di Jawa Tengah yang berjumlah 884 unit akan dilengkapi dengan alat diagnostik.
Mulai tahun depan, seluruh puskesmas se-Indonesia juga ditargetkan mendapatkan X-ray mobile atau portable seberat 3 kg yang mudah dibawa ke Posyandu maupun kantor desa untuk menyisir masyarakat.
Dukungan fasilitas ini diperkuat dengan perekrutan lebih dari 1.200 radiografer yang biayanya ditanggung langsung oleh pemerintah pusat.
Langkah ini menyikapi struktur kepemilikan fasilitas kesehatan daerah seperti Puskesmas, Posyandu, dan RSUD yang berada di bawah wewenang Kementerian Dalam Negeri bersama Pemda. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama, di mana Wamendagri mengarahkan kebijakan dan menyisir wilayah, sementara Kemenkes mendukung dari sisi teknis medis.
Wamendagri Akhmad Wiyagus turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas komitmen penanganan TBC. Jawa Tengah tercatat telah mencapai 100 persen dalam penyusunan dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) maupun pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB).
Wamendagri menekankan pentingnya akurasi data, tracing kontak erat, hingga kepatuhan pelaporan. Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada penemuan kasus semata. Kontak erat yang ditemukan harus segera diberi Terapi Pencegahan TBC (TPT) agar tidak menjadi sumber penularan baru dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan.
Sinergi pusat dan daerah ini disambut baik oleh Sekda Jawa Tengah Sumarno. Ia menyampaikan terima kasih atas pasokan alat diagnostik, X-ray, hingga pengadaan uang operasional bagi kader di tingkat desa yang bersumber dari Kemenkes.
Ia mengatakan suplai alat tersebut bagian dari akselerasi penanganan penyebaran TB di kalangan masyarakat.
“Selain itu, di masing-masing desa nanti juga ada kader berdasarkan kasus. Nah, itu juga akan diberi uang operasional dari Kementerian Kesehatan. Tentu saja ini menjadi kolaborasi, kekuatan untuk kita bisa mengakselerasi penemuan kasus. Tapi yang jauh lebih penting adalah tadi, bahwa kontak erat itulah yang harus diidentifikasi,” katanya.
Ia mengatakan tenaga kesehatan dan kader harus proaktif merangkul dan menjemput bola untuk melakukan CKG.
“Kami imbau masyarakat yang sadar pernah melakukan kontak erat agar segera memeriksakan diri ke faskes, karena tes CKG ini gratis,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.