Pemerintah diminta ambil tindakan atasi kerawanan Bandung dari kejahatan - ANTARA News Jawa Barat

calendar_today 23.07.2026 - person  - timer ~

Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung diminta bertindak untuk mengatasi kerawanan kejahatan kota ini, yang berdasarkan data BPS tahun 2025, menyentuh angka 192 risiko tindak pidana per 100.000 penduduk dengan rata-rata terjadi kejahatan baru setiap 2,2 jam.

Salah satu langkah konkret yang bisa diambil, adalah mengatasi minimnya penerangan jalan umum (PJU), sebagai tindak lanjut temuan tersebut, ditambah data 2.675 laporan kejahatan di Bandung diterima kepolisian pada medio 2025.

Menurut pengamat Kebijakan Publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Kristian Widya Wicaksono dalam keterangan di Bandung, Kamis, pembenahan PJU bisa dilakukan lewat pendekatan Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) yang terbukti menurunkan peluang kriminalitas karena meningkatkan visibilitas dan pengawasan alami.

Kristian mengingatkan Pemkot Bandung agar menjadikan data kriminalitas dan crime mapping sebagai rujukan utama pembangunan PJU, sehingga kebijakan keamanan publik bersifat preventif dan tidak reaktif menunggu kasus mencuat ke publik.

"Pemerintah idealnya menggunakan data kriminalitas, pemetaan wilayah rawan (crime mapping), serta analisis risiko sebagai dasar penentuan prioritas pembangunan," kata Kristian.

Perlunya tindakan tepat seperti yang diungkapkan Kristian ini juga berdasarkan atas kondisi jalanan gelap dan rentetan aksi pembegalan yang kini menciptakan horor bagi warga yang beraktivitas malam hari, hingga memaksa beberapa di antaranya mengambil langkah proteksi mandiri secara ekstra.

Seperti yang dirasakan langsung oleh pemengaruh sekaligus disk jockey, Hana Claudia, yang mengaku harus memesan tiga pengemudi ojek daring sekaligus demi mengawalnya pulang kerja saat malam hari agar terhindar dari ancaman begal.

"Tadinya pengen bareng sama teman-teman. Jadi ya mau nggak mau gitu ya pesan ojek gitu buat ngawalnya. Soalnya kalau misalkan pesan satu kan saya nggak mau numbalin ojolnya juga kan. Makanya pesan tiga gitu supaya saling aman lah gitu," ujar Claudia di Bandung.

Claudia menambahkan bahwa dirinya juga sempat mengalami insiden pembuntutan oleh orang tak dikenal saat melintas di kawasan Cikutra Kota Bandung, sebelum akhirnya menyelamatkan diri ke dalam kompleks perumahan.

Merenspon hal ini Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui keberadaan titik-titik rawan kejahatan, adalah akibat pencahayaan yang minim dan mengonfirmasi bahwa alokasi anggaran daerah tengah diolah untuk percepatan penerangan jalan.

"Kalau soal jalan yang gelap, saya akui kita memang sedang mengolah anggaran sedemikian rupa agar bisa segera terang benderang kembali," kata Farhan.

Farhan mematok target agar seluruh lampu penerangan di sepanjang jalur rawan seperti Jalan Soekarno-Hatta hingga kawasan Kiaracondong sudah menyala dan berfungsi optimal pada triwulan IV 2026.

"Saya juga setiap malam sangat khawatir terutama di Jalan Soekarno-Hatta, termasuk kawasan flyover dan sekitarnya. Itu salah satu titik yang rawan, demikian juga kawasan Kiaracondong. Bahkan saya sendiri pernah ikut mengamankan kelompok pelaku begal di wilayah tersebut," tutur Farhan.

Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.