REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemeriksaan DNA dapat membantu mengenali kecenderungan risiko kesehatan berdasarkan profil genetik sebagai salah satu pertimbangan untuk menentukan langkah pencegahan penyakit sejak dini. CEO Regene Genomics Vichi Lestari mengatakan informasi genetik dapat memberikan gambaran mengenai kecenderungan risiko kesehatan seseorang sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan terkait kesehatan.
“Setiap individu memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda sehingga dapat memilih pemeriksaan DNA yang sesuai,” ujar Vichi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, pemeriksaan DNA dapat memberikan informasi mengenai sejumlah aspek kesehatan, mulai dari nutrisi, kebugaran, kesehatan kulit, hingga kecenderungan risiko kanker melalui panel khusus seperti CANCE-R dan PRIM-O.
Berbeda dengan pemeriksaan kesehatan umum yang menggambarkan kondisi tubuh saat pemeriksaan dilakukan, tes DNA memberikan informasi mengenai kecenderungan yang berkaitan dengan faktor genetik. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pendukung untuk menentukan langkah pencegahan bersama tenaga medis.
Regene juga mengembangkan platform kesehatan presisi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengintegrasikan informasi genetik, hasil pemeriksaan laboratorium, pola makan, data perangkat pemantau kesehatan, dan faktor gaya hidup untuk memberikan gambaran kesehatan yang lebih menyeluruh.
Meski demikian, hasil pemeriksaan DNA bukan merupakan diagnosis dan tidak dapat memastikan seseorang akan mengalami penyakit tertentu. Interpretasi hasil perlu dilakukan secara bertanggung jawab, dan apabila diperlukan didiskusikan dengan tenaga medis.
Untuk memperluas akses terhadap pemeriksaan DNA sekaligus perlindungan finansial, Regene bekerja sama dengan Great Eastern Life Indonesia menghadirkan program Great Double Care yang menggabungkan pemeriksaan DNA dengan manfaat perlindungan kanker.
Melalui program tersebut, pelanggan yang membeli paket pemeriksaan DNA Regene dan memenuhi persyaratan berhak memperoleh perlindungan asuransi Great ProInsure – CI (Critical Illness) dengan uang pertanggungan hingga Rp150 juta.
Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata Gozalie mengatakan penggabungan pemeriksaan DNA dan perlindungan asuransi diharapkan dapat membantu masyarakat memahami risiko kesehatan sekaligus mempersiapkan perlindungan finansial.
“Menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengurangi risiko penyakit, tetapi juga mempersiapkan diri apabila risiko tersebut terjadi,” kata Roy.
Kerja sama tersebut diluncurkan bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan yang diperingati setiap Oktober.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan tercatat sebesar 69,57 persen.
Perbedaan kedua indeks tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan risiko produk keuangan, termasuk asuransi, agar akses terhadap layanan keuangan dapat disertai pengambilan keputusan yang tepat.
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada Februari 2025, Indonesia mencatat sekitar 400 ribu kasus kanker baru setiap tahun dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Jumlah kasus kanker diperkirakan meningkat lebih dari 70 persen pada 2050.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara