PBB desak penghapusan impunitas atas kejahatan terhadap jurnalis

calendar_today 06.09.2026 - person  - timer ~

PBB desak penghapusan impunitas atas kejahatan terhadap jurnalis

Minggu, 6 September 2026 13:59 WIB

Image Print

Warga penyintas bencana membawa beras bantuan di kawasan kompleks Dayah Babul Maqarramah Al-Ala Nurillah, Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Kamis (3/9/2026). Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) bersama Perempuan Beutong Bersatu (PBB) menyalurkan bantuan beras sebanyak 4.250 kilogram kepada 850 Kepala Keluarga (KK) penyitas bencana untuk memenuhi kebutuhan dasar minimal, meringankan beban korban agar dapat bangkit kembali pascabencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/agr (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)

Shenzhen, China (ANTARA) - Prinsip-prinsip global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai integritas informasi mengharuskan pemerintah melindungi jurnalis dan mengakhiri impunitas atas kejahatan terhadap mereka, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Komunikasi Global Melissa Fleming, Sabtu (5/9).

“Prinsip-prinsip global PBB mengenai integritas informasi mendorong semua pemerintah untuk kembali berkomitmen pada kebebasan pers, melindungi jurnalis dan mengakhiri impunitas atas kejahatan terhadap mereka, menghormati hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi, serta mengakhiri praktik-praktik yang membatasi independensi pemberitaan,” kata Fleming dalam Forum Media Asia-Pasifik di Kota Shenzhen, China.

Menurut pejabat PBB tersebut, perubahan yang bermakna hanya dapat terwujud dengan adanya masyarakat yang memiliki informasi memadai dan terlibat secara aktif.

“Itulah sebabnya kami ingin melihat pemberitaan yang kuat dan kritis mengenai berbagai persoalan yang kita hadapi, dengan pelaporan yang akurat dan mendalam untuk menjelaskan tantangan paling kompleks, serta percakapan yang menginspirasi dengan mereka yang berupaya mencari solusi. Percakapan yang dapat menampilkan orang-orang dan tempat-tempat yang melakukan hal yang benar,” tambahnya.

Fleming mengatakan pemberitaan media semacam itu merupakan layanan publik yang penting karena dapat memulihkan kepercayaan dan membantu mengatasi berbagai hambatan terhadap kemajuan.

Pada Februari 2026, Committee to Protect Journalists (CPJ) yang berbasis di New York mengatakan 129 pekerja media tewas pada 2025, jumlah tertinggi yang pernah tercatat.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026