Parimo masifkan implementasi PM-AAS tingkatkan produktivitas padi

calendar_today 28.07.2026 - person  - timer ~

Parimo masifkan implementasi PM-AAS tingkatkan produktivitas padi

Selasa, 28 Juli 2026 20:22 WIB

Image Print

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase (kanan) menarik alat khusus tanam benih langsung (tabela) pada uji coba sistem tabela padi di sawah milik petani di Parigi, Senin (27/7/2026). ANTARA/Moh Ridwan

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo) mengajak para petani pada sub sektor tanaman pangan memasifkan penggunaan metode tanam Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) atau budidaya berbasis teknologi guna meningkatkan produktivitas padi.

"Selama ini produktivitas padi petani rata-rata berada di kisaran 3,8 hingga 5 ton per hektare, melalui penerapan PM-AAS kami yakni hasil panen dapat mencapai maksimal 10 ton per hektare berdasarkan target," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase usai melaksanakan uji coba alat tanam benih langsung (tabela) di Parigi, Senin.

Ia mengemukakan peningkatan produktivitas menjadi langkah yang harus ditempuh, mengingat keterbatasan lahan baru untuk pengembangan sawah akibat kurangnya ketersediaan sumber air.

Maka perlakuan penggunaan teknologi dan sistem metode budidaya lebih maju, dengan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern menjadi pilihan yang lebih efektif.

"Tahun 2026 Parigi Moutong memperoleh kuota penerapan PM-AAS seluas 2.280 hektare tersebar di 11 kecamatan, mulai dari Kecamatan Sausu hingga Kecamatan Ongka," ujarnya.

Ia menjelaskan Parigi Moutong merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra pangan di Sulawesi Tengah, maka predikat itu harus dipertahankan bahkan dikembangkan melalui berbagai inovasi budidaya pertanian yang hemat biaya dan menguntungkan.

Menurut data pemerintah setempat produksi padi Parigi Moutong sebanyak 286.778 ton atau setara beras 153.081 ton dengan tingkat kebutuhan konsumsi lokal 54.465 ton.

"Kami terus berupaya memperluas cakupan program tersebut, supaya dapat menjangkau lebih banyak kawasan persawahan," ucap Erwin.

Menurut dia membuka lahan persawahan baru di Parigi Moutong bukan lagi menjadi solusi utama, karena akan berdampak pada pembagian debit air yang semakin terbatas.

Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi solusi dan harus dikuasai setiap petani dalam menghadapi berbagai tantangan sektor tersebut, termasuk menghadapi ancaman El Nino atau perubahan iklim.

"Saya berharap petani semakin solid meningkatkan produksi, karena pertanian menjadi tulang punggung ketahanan pangan," kata dia menuturkan.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026