Pariaman dapat Rp300 juta untuk perbaikan lapangan Gor Rawang

calendar_today 17.10.2026 - person  - timer ~

Pariaman (ANTARA) - Kota Pariaman, Sumatera Barat mendapat bantuan Rp300 juta yang berasal dari Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni senilai Rp150 juta dan Bank Mandiri Rp150 juta untuk perbaikan lapangan sepak bola di Gelanggang Olahraga (Gor) Rawang.

"Kami berkomitmen anak-anak Kota Pariaman punya wadah kreativitas serta tempat sarana prasarana olahraga yang layak untuk membuat aktivitas yang lebih positif," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan keberadaan fasilitas olahraga yang layak dapat memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan kreativitas sekaligus menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga.

Oleh karena itu dalam beberapa tahun terakhir Pemerintah Kota Pariaman berupaya mendapatkan bantuan untuk untuk pembenahan Gor tersebut. Adapun yang telah membantu untuk revitalisasi Gor Rawang yaitu Semen Indonesia Group dan Hutama Karya melalui dana pertanggungjawaban perusahaan BUMN itu.

Semenjak diperbaiki, kata Yota gelanggang yang terbengkalai selama 22 tahun itu ramai dikunjungi warga untuk olahraga dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pariaman.

Namun, lanjutnya revitalisasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir belum maksimal karena keterbatasan anggaran sehingga memerlukan bantuan dari banyak pihak.

"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden melalui Utusan Khusus Presiden atas bantuan yang diberikan kepada Kota Pariaman," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta pembenahan Gor Rawang di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dilakukan dengan cara bersama-sama karena kondisi sarana dan prasarana olahraga kebanggaan warga setempat itu memprihatinkan.

Menurut legislator daerah pemilihan Sumbar I dari Partai Gerindra tersebut perbaikan terhadap Gor Rawang diperlukan karena berdasarkan laporan yang diterimanya dari Wali Kota Pariaman sarana olahraga itu banyak dikunjungi warga pada sore hari untuk kegiatan keolahragaan.

Sedangkan fasilitas di Gor tersebut banyak yang rusak dan tidak representatif karena lintasan atletik masih tanah berpasir, atap tribun yang banyak yang lepas, serta sejumlah bagian harus di semen ulang.