Pontianak (ANTARA) - Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Kalimantan Barat menegaskan tiga calon sekda terbaik yang diusulkan kepada gubernur ditentukan berdasarkan akumulasi penilaian, bukan peringkat peserta.
“Publik harus memahami dengan baik proses seleksi terbuka ini. Tiga nama yang kita keluarkan itu bukan pemeringkatan, tetapi tiga nama terbaik dari peserta-peserta lainnya,” kata Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPT Madya Sekda Kalbar Hermansyah di Pontianak, Rabu.
Hermansyah menjelaskan ketiga nama tersebut akan diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Barat selaku pejabat pembina kepegawaian untuk diproses lebih lanjut melalui mekanisme konsultasi dengan pemerintah pusat sebelum penentuan pejabat terpilih.
Ia mengatakan penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan administrasi, asesmen oleh tim independen, penilaian makalah, hingga wawancara. Seluruh hasil tahapan tersebut diakumulasikan untuk menentukan tiga calon terbaik.
“Tidak ada kesepakatan atau arahan dari saya. Saya memberikan kebebasan kepada masing-masing anggota pansel untuk melakukan penilaian, tentunya dengan pedoman dan skor yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Menurut Hermansyah, mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga objektivitas dan mencegah subjektivitas maupun kepentingan tertentu memengaruhi hasil seleksi.
Pada tahap asesmen, tim asesor independen dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menilai potensi dan kompetensi peserta, termasuk kemampuan kepemimpinan, kepatuhan terhadap aturan, komunikasi publik, serta pemahaman sosial dan kultural.
Ia menegaskan sekretaris daerah merupakan jabatan karier tertinggi bagi aparatur sipil negara (ASN) di daerah. Karena itu, pejabat yang terpilih harus memahami penyelenggaraan pemerintahan dan mampu mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Loyalitas itu harus dipahami tidak hanya loyalitas kepada pimpinan, tetapi juga loyalitas kepada aturan. Memahami aturan adalah sebuah keharusan,” katanya.
Hermansyah menambahkan peserta diwajibkan menyusun makalah dengan tema yang ditentukan panitia untuk dipresentasikan sebelum menjalani wawancara. Tahapan tersebut bertujuan menguji pemahaman peserta terhadap persoalan pemerintahan serta kemampuan merumuskan solusi.
Ia menyebutkan seleksi terbuka tersebut dapat diikuti peserta dari seluruh Indonesia sepanjang memenuhi persyaratan. Informasi dan pendaftaran diumumkan melalui kanal resmi untuk memberikan kesempatan yang luas kepada calon peserta.
Sementara itu, Pelaksana Harian Sekda Kalbar Hendra mengatakan pendaftaran seleksi telah dibuka sejak 6 Oktober 2026 dan berlangsung selama dua pekan.
Ia menjelaskan peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain berusia di bawah 58 tahun, memiliki pengalaman menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama sesuai ketentuan, serta memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani.
Setelah pendaftaran ditutup, panitia akan memeriksa kelengkapan berkas peserta. Peserta yang berkasnya belum lengkap masih diberi kesempatan untuk melengkapi dokumen dalam batas waktu yang ditentukan sebelum melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.