Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan komitmennya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. Ia menegaskan siap menjalankan amanah dalam dua jabatan yang diembannya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bahlil berjanji akan berusaha sekuat tenaga dalam menjalankan tugas tersebut.
"Insyaallah, sebagai pembantu Presiden, saya akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik, baik sebagai Menko maupun sebagai Menteri ESDM," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa kepercayaan memegang dua posisi sekaligus merupakan kesempatan untuk berkontribusi semaksimal mungkin bagi Indonesia.
"Ini adalah bentuk panggilan pengabdian kepada Ibu Pertiwi dan harus kita jadikan momentum untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa," bebernya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363400/original/067712000_1790856957-1000459909.jpg)
Perbesar
Bahlil Lahadalia tetap menjabat sebagai Menteri ESDM meski telah dilantik menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyampaikan bahwa pelantikannya berlangsung bersamaan dengan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih lainnya. "Khusus untuk saya, dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap sebagai Menteri ESDM," kata Bahlil usai pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
"Saya menyadari ini adalah amanah dan tanggung jawab negara yang harus saya emban. Saya akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, baik sebagai Menteri ESDM maupun Menko Hilirisasi dan Transisi Energi," imbuhnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363399/original/053545400_1790856956-1000459908.jpg)
Perbesar
Bahlil mengamini bahwa kementerian yang dipimpinnya merupakan nomenklatur baru dalam Kabinet Merah Putih. Ia juga enggan berspekulasi mengenai kemungkinan penunjukan pejabat baru untuk posisi Menteri ESDM di masa depan, mengingat mandat yang diterimanya saat ini adalah merangkap kedua jabatan tersebut.
"Saya tidak boleh menjawab melampaui batas kewenangan. Saya hanya menjalankan tugas sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres). Kita harus memahami bahwa seluruh kewenangan ketatanegaraan merupakan hak prerogatif Presiden yang dilimpahkan kepada pembantu-pembantunya," tegas Bahlil.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6