Panduan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Megathrust

calendar_today 29.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Wilayah Indonesia dikelilingi oleh zona megathrust yang menjadi ancaman potensi bencana gempa bumi yang besar hingga tsunami. Lantas, apa yang harus kita siapkan sebelum megathrust terjadi?

Megathrust merupakan sumber gempa di zona subduksi tempat dua lempeng tektonik bertemu dan saling menunjam pada kedalaman yang relatif dangkal dan dapat terkunci dalam waktu lama. Kondisi ini membuat energi atau regangan terus menumpuk.

"Zona ini dapat mengakumulasi energi besar dan memicu gempa bumi kuat dengan bidang patahan yang luas," jelas BMKG dalam sebuah unggahan di Instagram, Rabu (23/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi akibat megathrust tidak dapat diprediksi. Artinya, gempa ini bisa datang kapan saja tanpa pemberitahuan.

Gempa hanya bisa dideteksi setelah getaran dan guncangannya terjadi. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali potensi, risiko, serta mitigasi yang perlu dipersiapkan.

"Skenario terburuk gempa megathrust segmen Aceh-Andaman M 9,2. Wilayah Pantai Barat Sumatera memiliki potensi ketinggian tsunami di garis pantai hingga lebih dari 3 meter dan di beberapa lokasi hingga lebih dari 10 meter. Guncangan gempa maksimal hingga VIII MMI," tulis BMKG.

Mitigasi sebelum bencana

Untuk mengurangi risiko bencana, masyarakat diimbau untuk melakukan beberapa langkah mitigasi gempa bumi dan tsunami. Untuk lingkungan rumah, mitigasi dimulai dari mempersiapkan bangunan yang tahan gempa.

Langkah ini dapat dilakukan dengan menghindari pembangunan di lahan yang rawan longsor seperti di bawah bukit, memastikan kekuatan struktur lahan dan fondasi, mengurangi perabotan yang digantung seperti rak atau cermin, memperbaiki atap dan dinding yang retak, serta memastikan gas dan instalasi listrik aman.

BMKG menyarankan masyarakat untuk mempersiapkan tas siaga. Tas siaga pada dasarnya merupakan tas yang berisi perlengkapan darurat yang dapat segera dibawa ketika terjadi bencana dan membantu individu dan keluarga bertahan hidup selama 72 jam pertama setelah terjadi bencana.

Tas siaga dapat diisi dengan air minum, makanan, P3K dan obat-obatan, dokumen penting, senter, ponsel, peluit, dan kebutuhan yang dirasa penting. Perlu dipastikan bahwa tas ini tidak terlalu besar dan berat agar kemudian tidak mempersulit gerakan ketika menyelamatkan diri.

Sebelum bencana terjadi, kita juga perlu mengenali jalur evakuasi seperti di mana tangga darurat atau pintu darurat jika berada di gedung, lokasi titik kumpul yang aman dari reruntuhan, atau jalur menuju tempat tinggi bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan tsunami.

Mitigasi saat terjadi bencana

Ketika gempa terjadi, penting untuk berusaha tidak panik dan segera menyelamatkan diri. Berlindung dengan merunduk (drop), lindungi kepala (cover), dan berpegangan (hold on) pada furnitur yang kuat.

Jika berada di luar ruangan, segera jauhi bangunan, tiang, pohon, reklame, fly over, jembatan, atau benda yang rawan rubuh.

Jika berada di dalam ruangan, segera lindungi kepala dengan benda yang ada seperti helm, buku tebal, atau dengan kedua tangan. Jauhi juga benda dari kaca dan segera berlindung jika bangunan mulai runtuh.

Jika sedang berada di dalam kendaraan, segera menepi dan berhenti jika memungkinkan dan tetap di tempat sampai gempa bumi reda.

Setelah guncangan mulai mereda, segera ikuti jalur evakuasi dan menuju ke titik kumpul. Jauhi bangunan hampir runtuh dan lokasi yang berbau gas atau bensin. Segera lakukan pertolongan pertama jika ada yang terluka dan hubungi kontak darurat.

Sementara itu, jika gempa terjadi di lokasi yang rawan tsunami, segera selamatkan diri apabila guncangan yang dirasakan lebih dari 30 detik atau 20 hitungan karena dapat menimbulkan tsunami dalam waktu singkat.

Segera jauhi wilayah pantai atau tepi sungai dan cari informasi. Apabila mendapat informasi peringatan dini tsunami dari BMKG melalui TV nasional, radio daerah, pengumuman, bunyi sirene, kentongan, atau peralatan lain yang sudah disepakati, segera lakukan evakuasi.

Jika tidak tahu lokasi aman dan jalur evakuasi, larilah sejauh mungkin dari pantai dan naik ke tempat yang tinggi.

(fta/dmi)