Pakar UMY mengingatkan ancaman uang palsu terhadap kepercayaan Rupiah

calendar_today 27.08.2026 - person  - timer ~

Pakar UMY mengingatkan ancaman uang palsu terhadap kepercayaan Rupiah

Kamis, 27 Agustus 2026 16:18 WIB

Image Print

Dosen Program Studi Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ecky Imamul Muttaqin. ANTARA/HO-Humas UMY

Yogyakarta (ANTARA) - Dosen Program Studi Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ecky Imamul Muttaqin mengingatkan maraknya pemalsuan uang tidak hanya merugikan masyarakat secara finansial, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap Rupiah sebagai mata uang nasional.

"Selain kerugian finansial, yang terdampak adalah kepercayaan menggunakan mata uang nasional, khususnya dalam bentuk fisik. Padahal kepercayaan merupakan fondasi utama sistem pembayaran," kata Ecky di Yogyakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut menanggapi pengungkapan pabrik uang palsu senilai Rp36 miliar oleh Polda Metro Jaya di kawasan Tangerang Selatan pada Jumat (21/8).

Uang palsu berupa 360.000 lembar pecahan Rp100.000 itu berhasil disita sebelum sempat beredar di masyarakat.

Ecky mengatakan praktik pemalsuan uang dipicu oleh peluang ekonomi serta tingginya kebutuhan fisik uang sebagai alat pembayaran.

Menurutnya, kelompok masyarakat yang paling rentan menjadi korban adalah pedagang kecil dan pelaku UMKM akibat tingginya frekuensi transaksi tunai tanpa sempat memeriksa keaslian uang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia mengimbau masyarakat dan pelaku usaha meningkatkan kewaspadaan, terutama saat periode aktivitas transaksi tunai meningkat seperti Ramadan dan Idul Fitri.

Masyarakat diminta rutin menerapkan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) atau menggunakan alat pendeteksi keaslian uang pada pecahan besar.

Selain itu, Ecky mendorong perluasan penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS guna meminimalisasi ketergantungan pada uang fisik dan mempersempit ruang gerak peredaran uang palsu.

"Kami mengingatkan pedagang untuk tetap teliti memastikan dana benar-benar masuk ke rekening saat transaksi digital dilakukan," katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah, perbankan, dan aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan serta edukasi ciri keaslian rupiah secara berkelanjutan hingga ke lapisan masyarakat bawah.

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak panik. Pemberantasan uang palsu penting untuk menjaga kedaulatan transaksi ekonomi serta memastikan sistem pembayaran tetap aman bagi seluruh warga," kata Ecky.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakar UMY ingatkan ancaman uang palsu terhadap kepercayaan Rupiah

Pewarta : Sutarmi
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026