Surabaya (ANTARA) - Paduan suara SMPN 1 Surabaya, One Voice Spensabaya berhasil meraih empat penghargaan dalam 3rd Thailand International Choral Festival (Thai ICF) 2026 pada 3–7 Agustus 2026 di Bangkok, Thailand.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati dalam keterangannya di Surabaya, Jumat mengatakan empat penghargaan tersebut yakni Special Jury’s Award: Outstanding Conducting, Special Jury’s Award: Excellent Programming.
"Kemudian ada penghargaan First Winner of Children’s Choir Category dengan perolehan tertinggi 90,33 poin, serta First Winner of Pop & Jazz Category dengan nilai tertinggi 89,38 poin," katanya.
Ia mengatakan, dalam kompetisi tersebut,l peserta dapat mengikuti maksimal dua kategori, sementara para pemenang kategori berkesempatan melaju ke Grand Prize Competition.
Untuk kategori Children’s Choir, kata dia, One Voice Spensabaya membawakan lagu Suwidak Loro dan Agletta dan pada kategori Pop & Jazz, mereka menampilkan Reflection dan Golden.
"Selamat kepada anak-anak One Voice Spensabaya atas prestasi yang diraih di tingkat internasional. Ini membuktikan bahwa pengembangan bakat yang diiringi pembinaan karakter dapat melahirkan generasi yang berprestasi dan percaya diri,” katanya.
Menurut Febri, pengembangan karakter menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena sekolah didorong tidak hanya menjadi tempat siswa memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi dan nilai-nilai positif melalui berbagai kegiatan.
“Paduan suara seperti ini menjadi salah satu contoh bahwa anak-anak bisa belajar banyak hal di luar kemampuan bernyanyi. Mereka belajar disiplin mengikuti latihan, bertanggung jawab terhadap perannya, menghargai teman, membangun kekompakan, dan berani tampil. Nilai-nilai seperti inilah yang penting untuk terus kita kembangkan,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Surabaya, Eko Widayani, mengatakan pencapaian tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan dalam kompetisi. Proses panjang yang dijalani para siswa justru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mereka.
“Dukungan dan proses pembimbingan yang kami lakukan merupakan bagian dari pendidikan karakter dan tumbuh kembang anak melalui bakat dan talenta mereka, salah satunya di bidang olah vokal atau paduan suara. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari para orang tua yang luar biasa,” kata Eko.
Ketua Koordinator Ekstrakurikuler One Voice Spensabaya, Novita Hidayati, mengungkapkan capaian di Thailand merupakan hasil dari persiapan panjang. Para siswa menjalani pembinaan sekitar enam bulan sebelum tampil dalam kompetisi internasional tersebut.
“Untuk mencapai hasil tersebut, proses latihan anak-anak tentu tidak mudah. Mereka menjalani pembinaan kurang lebih selama enam bulan dengan latihan yang cukup intensif,” kata Novita.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.