Jakarta -
Padar Heritage Conservation (PHC) menyikapi beredarnya video yang viral di media sosial yang memperlihatkan seorang wisatawan asal Australia menegur wisatawan asal China. Wisatawan asal Negeri Tirai Bambu diduga membuang botol plastik sembarangan di jalur trekking Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Padar Heritage Conservation (PHC) mengapresiasi tindakan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian Pulau Padar yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo, Situs Warisan Dunia UNESCO.
"Kami berharap kesadaran untuk menjaga kebersihan Pulau Padar tumbuh dari seluruh pihak. Kepedulian dari wisatawan, operator wisata, pemandu, pemerintah, dan masyarakat harus berjalan bersama agar persoalan sampah tidak terus berulang," ujar Yoanna Daely, Humas Padar Heritage Conservation dalam siaran pers, Sabtu (18/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PHC merupakan organisasi yang berfokus pada perlindungan dan pelestarian ekosistem Pulau Padar melalui kegiatan konservasi, perlindungan kawasan, pemulihan ekosistem, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap pengelolaan berkelanjutan di Taman Nasional Komodo.
PHC menilai bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan kawasan, terutama karena tingginya aktivitas wisata di pulau yang tidak memiliki penduduk tetap.
Meskipun tidak berpenghuni, Pulau Padar setiap hari menerima kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut menjadikan sampah sebagai salah satu ancaman nyata bagi kelestarian habitat satwa liar serta keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi.
PHC mengungkapkan secara rutin melaksanakan kegiatan pembersihan kawasan sebanyak empat kali setiap bulan sebagai bagian dari komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian Pulau Padar. Namun, upaya menjaga kawasan konservasi tidak dapat bergantung pada satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan.
PHC mencatat, hingga saat ini 8,2 ton sampah telah berhasil dikumpulkan dari kawasan Pulau Padar melalui kegiatan pembersihan rutin. Meski demikian, jumlah tersebut terus bertambah karena sampah baru masih ditemukan secara berkala, sehingga diperlukan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
PHC menegaskan setiap sampah yang berhasil diangkat dari kawasan merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan ekosistem yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna endemik Taman Nasional Komodo.
PHC juga mengajak seluruh wisatawan untuk menerapkan prinsip bertanggung jawab selama berkunjung dengan tidak meninggalkan sampah di kawasan konservasi.
"Kami mengajak setiap pengunjung untuk menikmati keindahan Pulau Padar dengan penuh tanggung jawab. Membawa kembali sampah keluar dari kawasan adalah langkah sederhana, namun memiliki dampak besar bagi kelestarian alam," kata Yoanna.
Terkait peristiwa yang viral tersebut, PHC mendukung langkah aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk penegakan hukum sekaligus upaya memberikan efek jera.
Hal ini sejalan dengan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang menegaskan larangan melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan Kawasan Pelestarian Alam. Oleh karena itu, setiap pengunjung diharapkan menjaga kebersihan serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mencemari atau mengganggu kelestarian ekosistem di kawasan konservasi.
PHC berharap peristiwa ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan kawasan konservasi merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Dengan kolaborasi yang baik, Pulau Padar dapat terus terjaga sebagai destinasi wisata alam kelas dunia sekaligus habitat yang aman bagi keanekaragaman hayati.
(prf/ega)