PABSI-PABERSI sebut KONI Lampung minim dukungan jelang PON 2028

calendar_today 22.07.2026 - person  - timer ~

PABSI-PABERSI sebut KONI Lampung minim dukungan jelang PON 2028

Rabu, 22 Juli 2026 18:42 WIB

Image Print

Ketua Harian PABSI Lampung, Edi Santoso. (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) dan Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Lampung melayangkan surat terbuka kepada Ketua Umum KONI Provinsi Lampung beserta jajaran terkait minimnya dukungan anggaran pembinaan atlet menjelang PON 2028.

"PABSI dan PABERSI menilai perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap dunia olahraga, khususnya cabang olahraga unggulan, terus menurun dalam beberapa tahun terakhir," kata Ketua Harian PABSI Lampung, Edi Santoso, dalam keterangannya, di Bandarlampung, Rabu.

Ia menyebut sejak persiapan PON XX Papua 2021, dukungan anggaran pembinaan bagi cabang angkat besi dan angkat berat mengalami penurunan drastis. Di mana pembinaan atlet yang sebelumnya berjalan berkelanjutan kini tidak lagi mendapat dukungan memadai.

"Kami prihatin karena cabor angkat besi dan angkat berat seolah bukan lagi menjadi ikon olahraga Lampung sehingga perhatian dalam hal anggaran semakin berkurang," kata dia.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa persiapan PON 2008 di Kalimantan Timur. Saat itu, PABSI memperoleh dukungan pembinaan sekitar Rp4 miliar selama periode 2004-2007 yang digunakan untuk program latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan internasional.

"Hasilnya, Lampung meraih 18 medali emas pada PON 2008, dengan 14 medali emas di antaranya disumbangkan cabang angkat besi dan angkat berat," kata dia.

Menurut Edi, capaian tersebut membuktikan bahwa investasi pembinaan atlet berbanding lurus dengan prestasi yang diraih. Namun, kondisi saat ini dinilai jauh berbeda.

"Proposal pembinaan senilai sekitar Rp1,5 miliar untuk mengejar empat hingga lima medali emas hanya disetujui sebesar Rp50 juta. Jumlah itu bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum atlet selama dua bulan," kata dia.

PABSI juga mempertanyakan komitmen KONI Lampung terhadap cabang olahraga unggulan. Mereka menilai penetapan target prestasi tanpa diimbangi dukungan anggaran merupakan kebijakan yang tidak realistis.

"PABSI mengibaratkan kondisi tersebut seperti mengirim atlet ke medan perang tanpa menyediakan senjata, logistik, maupun sarana pendukung. Belum adanya bantuan pembinaan yang diterima cabang olahraga hingga saat ini, sementara target membawa Lampung masuk lima besar pada PON 2028 tetap dicanangkan," kata dia.

Atas kondisi tersebut, Edi mengaku pihaknya bahkan mempertimbangkan menghentikan sementara program latihan atlet agar beban pembinaan tidak semakin berat.

"PABSI juga meminta KONI Lampung memprioritaskan pembinaan menuju PON 2028 dibandingkan kegiatan persiapan PON 2032. Status Lampung sebagai tuan rumah PON 2032 sudah ditetapkan sehingga fokus utama saat ini seharusnya diarahkan pada pembinaan atlet yang akan berlaga pada PON 2028," katanya

PABSI juga mengingatkan agar penggunaan anggaran pembinaan cabang olahraga tidak dialihkan untuk kegiatan terkait PON 2032.

"Karena kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila tidak sesuai dengan peruntukan anggaran," kata dia.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.