Pabrik di Subang Belum Ngebul tapi BYD Kok Bisa Jual Ribuan Mobil di Indonesia?

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Pabrik BYD di Subang belum juga ngebul. Namun BYD tercatat menjual ribuan unit mobil sementara kegiatan impornya minim. Lalu dari mana asalnya mobil tersebut?

Ada ribuan unit mobil BYD yang dijual di Indonesia pada periode Juni 2026. Mengutip data penjualan yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara wholesales pabrikan asal Shenzhen itu membukukan distribusi sebanyak 5.264 unit. Kemudian penjualan secara retail dari dealer ke konsumen, tercatat sebanyak 3.757 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski ada ribuan unit terjual, namun asal-usul mobil BYD itu masih 'misteri'. Data produksi Gaikindo menunjukkan, belum ada aktivitas produksi yang dilakukan BYD di Indonesia.

Per Juni 2026, data produksi Gaikindo itu terdiri atas 26 merek yaitu, Toyota, Mitsubishi Motors, Daihatsu, Suzuki, Hyundai, Honda, Jaecoo, Mitsubishi Fuso, Isuzu, Hino, Wuling, Geely, Chery, Xpeng, Jetour, Polytron, DFSK, UD Truck, BMW, Mercedes-Benz Commercial Vehicle, GWM, Mini, Morris Garage (MG), dan Maxus.

Tahun lalu, BYD memang sepenuhnya mengandalkan impor secara CBU dari China. Namun per Januari 2026, kegiatan impor itu berkurang amat drastis seiring dengan pembangunan pabrik di kawasan Subang Metropolitan. Sepanjang Januari-Juni 2026, BYD baru mengimpor 536 unit mobil. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu untuk periode yang sama, ada 14.179 unit mobil yang diimpor BYD ke Indonesia.

Data impor Gaikindo juga menunjukkan bahwa model mobil yang diimpor tahun ini hanya ada dua yaitu Seal dan Atto 3. Sementara tahun lalu, keseluruhan mobil diimpor secara utuh dari negara asalnya.

Di sisi lain, distribusi BYD paling banyak bukan dari kedua model yang diimpor tersebut, melainkan BYD Atto 1, BYD M6, hingga BYD M6 DM. Distribusi BYD Atto 1 sepanjang bulan keenam itu mencapai 2.249 unit, BYD M6 DM 1.825 unit, dan BYD M6 827 unit.

Lalu dari mana ribuan unit tersebut berasal? Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan sebelumnya mengungkap bahwa pabrik di Subang sejatinya sudah memproduksi beberapa unit mobil.

"Dan seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut," jelas Luther pada Juni lalu.

Ketika disinggung mengenai kehadiran lini terbaru, BYD M6 DM (Dual Mode), yang digadang-gadang menjadi salah satu produk rakitan lokal, Luther memberikan sinyal kuat meskipun belum mau berbicara secara gamblang mengenai status resminya.

"Seharusnya, saya tidak bicara official ya saat ini. Harusnya iya (sudah diproduksi lokal). Tentunya M6 DM ini secara khusus dipersiapkan untuk Indonesia, disiapkan dan dilengkapi dan komponen-komponen yang diproduksi di Indonesia," beber Luther.

(dry/rgr)